| Senin, 17 Mei 2004 | BUDAYA |
Meretas Kejumudan Tenda EnjoyPENAMPILAN "LA Lights Cafe Tenda Enjoy", Sabtu (15/5) malam lalu, benar-benar beda dari biasanya. Betapa tidak? New Exi Production dan PT Djarum (LA Lights) selaku penyelenggara gelaran music on the road itu, memberikan sentuhan baru yang lebih segar dari sisi perwajahan. Panggung yang biasanya bersahaja, dirombak dengan gaya lebih megah dan modern. Sebuah layar besar berukuran 4 x 6 meter, dijadikan sebagai latar belakang panggung. Hal itu, masih didukung dengan tata lampu semiridging serta sound system berkekuatan 10.000 watt. Belum lagi kehadiran duo MC baru Rey dan Yudistira, yang lebih menunjukkan citra gaul Tenda Enjoy. Alhasil, baik para pemain maupun penonton merasa lebih dimanjakan. Tiga grup band lokal, Natalia, Gallery, dan Genta, mendapat kesempatan pertama menyambut gembira perombakan itu. Tepat pukul 20.00, pementasan dibuka dengan penampilan Natalia. Grup band yang diawaki Didik, Irma (vokal), Dwi Anasta (gitar), Idola Pinilih (bas), Nugraha Adi (kibor) dan Afianto (drum) itu memainkan lagu-lagu berirama R&B, disko, serta pop kreatif. Giliran berikutnya, home band Tenda Enjoy, Gallery, meluncurkan tembang-tembang seperti "Ala Canggung", "Bring Me to Life", dan "Headz up". Tepat pada tengah malam, pentas dipungkasi oleh penampilan Genta. Dilihat dari kemampuan bermain musik, ketiga band dapat dikatakan lumayan. Jam terbang yang cukup padat, tentu saja memberikan dan menjadi bekal pengalaman kelompok musik itu. Namun sayang, ketiga band (dan hampir semua band pengisi) belum punya keberanian memainkan lagu-lagu karya sendiri. Mereka masih mengandalkan lagu-lagu milik penyanyi atau band lain, terutama dari barat. Disadari atau tidak, kondisi itu berdampak kontraproduktif bagi proses kreatif mereka. Andai kata pada setiap penampilan, mereka menyisipkan satu atau dua buah lagu sendiri, kejumudan bakal sedikit teratasi. (roe-81a) |