| Senin, 17 Mei 2004 | BANYUMAS |
Setelah Dua Kali TertundaTaksi Purwokerto Pasti Diluncurkan RabuPURWOKERTO-Setelah dua kali tertunda, peluncuran taksi Purwokerto dipastikan dilaksanakan Rabu lusa dalam acara pembukaan Pekan Raya Banyumas (PRB) 2004 di Lapangan Porka. Kepastian itu diutarakan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Banyumas, Soeyatno SSos MHum, di Pendapa Si Panji, Sabtu. Peluncuran angkutan umum itu direncanakan Idul Fitri 2003. Namun gagal. Kemudian dijadwalkan lagi 6 April, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Ke-422 Banyumas. Namun lagi-lagi tak terwujud. (SM, 7/10-2003 dan 5/4-2004). Suyatno mengemukakan rencana peluncuran kali ini benar-benar matang. Semua siap, dari sumber daya manusia, perizinan, kendaraan, sampai manajemen pengoperasian. Izin Gubernur juga sudah turun. "Pekan Raya Banyumas juga masih dalam rangka peringatan hari jadi." Pada tahap I akan diluncurkan 14 unit. Koperasi Banyumas Taksi (Kobata) yang menjadi operator angkutan umum kelas menengah ke atas itu mendapat jatah 62 unit. Tarif Soal tarif, kata dia, operator dipersilakan menentukan berdasar perkembangan pasar. Itu sesuai dengan peraturan. Yakni, tarif angkutan nonekonomi diatur pengusaha. Ditanya mengenai kemungkinan operator lain, dia menyatakan pada prinsipnya tak ada monopoli. Bisa saja ada pengelola lain. Di Solo, misalnya, ada tiga operator. "Namun nanti mungkin 2.010 atau kapan dan harus disurvei dulu." Ketua Dewan Penasihat Kobata H Sutanto mengatakan, tarif taksi akan diatur dengan SK Bupati. Dia akan mengusulkan tarif kilometer (km) I atau buka pintu Rp 3.500, selanjutnya Rp 1.750/km. Namun ada ketentuan bayaran minimal Rp 10.000 untuk jarak 4 km. Jik seseorang naik taksi jarak 10 km, misalnya, perhitungan tarifnya Rp 10.000 (buka pintu) ditambah 6 km x Rp 1.750 = Rp 10.500. Jadi total Rp 20.500. Kalau hanya 4 km atau kurang tetap Rp 10.000. Tarif itu mengacu ke pemberlakuan tarif di kota lain seperti Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Tujuan bayaran minimal adalah agar taksi tidak merebut rezeki tukang becak. Untuk jarak dekat, kurang dari 4 km, tentu lebih murah naik becak daripada taksi. Untuk sementara, kata dia, ada yang mangkal di tempat tertentu dan jalan keliling kota. Operator belum bisa melayani panggilan lewat telepon. Karena, kantor Kobata belum memiliki jaringan telepon. (bd-86) |