| Senin, 17 Mei 2004 | BANYUMAS |
Lahan Kritis di Banyumas Masih 16.665 HektarePURWOKERTO - Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyumas terus berupaya mengurangi lahan kritis. Semula ada lahan kritis 19.775 ha. Namun setelah ditangani melalui Gerakan Nasional Rehabilitasi Lahan, kini masih 16.665 ha lahan kritis. "Sampai tahun 2003 yang sudah ditangani 3.100 ha. Jadi lahan kritis di Kabupaten Banyumas masih 16.665 ha," kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ir Wisnu Hermawanto, kemarin. Lahan kritis itu ditanami tanaman tahunan seperti jati dan mahoni. Pada tahun 2003 lahan kritis yang sudah ditangani 1.552 ha. Itu meliputi 52 ha yang dibiayai APBD Banyumas dan 1.500 ha dibiayai pemerintah pusat. Wilayah yang jadi sasaran penanaman pohon untuk mengurangi lahan kritis yang dibiayai pemerintah pusat berada di Kecamatan Ajibarang 400 ha, Wangon 250 ha, Lumbir 300 ha, Jatilawang 200 ha, dan Gumelar 350 ha. "Pemerintah Kabupaten Banyumas akan terus mengurangi lahan kritis. Selain dana APBD dan bantuan provinsi serta pusat, kami mengimbau masyarakat berpartisipasi menghijaukan minimal lahan pekarangan masing-masing," kata Wisnu. Dia menyatakan dinasnya juga terus berusaha menambah luasan kawasan hijau. Yakni, dengan mencari celah yang bisa ditanami baik di perkotaan maupun pedesaan. (G23-86) |