| Senin, 17 Mei 2004 | BANYUMAS |
Kelompok Tek-tek Purbalingga Siap Ikuti Festival di PasadenaPURBALINGGA- Kelompok kesenian tradisional tek-tek (kentongan) dari Purbalingga saat ini siap untuk go international. Kelompok yang diberi nama Rampak Kentongan Purbamas (RKP) ini diharapkan bisa ikut memeriahkan Festival Bunga Tahunan di Pasadena, Amerika Serikat. Sebagai penampilan perdana, mereka akan uji kebolehan di hadapan Menteri Pariwisata Seni dan Kebudayaan (Menparsenbud) I Gede Ardhika. Menteri akan datang ke Purbalingga dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan obyek wisata air Bojongsari awal Juni 2004. "Kita akan tunjukkan kepada Menteri bahwa kita punya kesenian tradisional yang bisa dibawa ke ajang kesenian regional, nasional, bahkan internasional, seperti di Pasadena, Amerika," kata Bupati Drs H Triyono Budi Sasongko MSi. Untuk sementara, kelompok ini beranggotakan 80 orang pemain dan 20 official. Untuk bisa tampil di Pasadena dibutuhkan 250 pemain. Kekurangan ini bisa dengan cepat dipenuhi mengingat potensi pemain tek-tek di Purbalingga berlimpah. Untuk menggembleng mereka, sedikitnya 5 pelatih kesenian diturunkan, yaitu S Bono, Adi Paryoto, Suharto, Purwi, dan Riswanti. "Masak selama ini orang kenalnya hanya kesenian tradisional dari Aceh, Bali. Padahal kita juga punya potensi yang tidak kalah. Pada saat Menparsenbud ke sini lah momen itu kita manfaatkan betul-betul. Kita berharap, beliau terkesan sehingga kelompok ini bisa diikutkan kalau ada duta seni ke luar negeri, atau tampil di pertemuan antarnegara di Jakarta," tuturnya. Pemuda Bupati juga mengaku senang dengan semakin menjamurnya kelompok tek-tek di Purbalingga. Sebab kelompok ini didominasi pemuda. Dengan ikut tek-tek ini, jiwa muda mereka tersalurkan untuk kegiatan yang positif. Mereka yang masih saja setiap malam kerjanya hanya minum-minum atau nongkrong-nongkrong saja akan semakin ditinggal teman-temannya. "Dampak positif lainnya adalah lingkungan menjadi aman karena memang kesenian tradisional ini pada awalnya dilakukan oleh para peronda yang keliling desa. Bukankah setiap kali tampil mereka selalu membawa peralatan wajib ronda, seperti senter dan kentongan. Karena itu kami berharap, seluruh kelompok tek-tek di Purbalingga untuk meningkatkan kreativitasnya," katanya.(F10-34) |