SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Jumat, 14 Mei 2004

- Dapat dipahami mengapa Presiden Megawati Soekarnoputri digelisahkan oleh fenomena ''bajing loncat'' yang terjadi dalam kabinetnya. Akan tetapi sebenarnya juga cukup mudah untuk dijawab, kecenderungan itu didorong oleh kekurangsiapan piranti preventif, ketiadaan gambaran mengenai banyak aspek teknis dalam proses pemilihan presiden yang terkait dengan keberadaan kabinet pelangi sebagai sebuah kompromi politik.

- Tiga bulan terakhir ada empat perusahaan yang bergerak di bidang industri kayu berstatus Penanaman Modal Asing (PMA) di Jateng menutup usahanya. Bukan karena iklim investasi di provinsi ini yang kurang mendukung, melainkan akibat kesulitan memperoleh bahan baku dan pasar global yang terus melesu. Perusahaan-perusahaan yang berorientasi ke pasar ekspor itu tidak lagi mampu mempertahankan kapasitas produksi.

GAGASAN tentang perlunya menghidupkan kembali wacana oposisi loyal yang pernah dilontarkan oleh Prof Dr Nurcholish Madjid (Cak Nur), kembali mengemuka dan menghiasi panggung politik nasional menjelang digelarnya Pemilu Presiden 5 Juli mendatang.

SEBAGIAN masyarakat kita saat ini ingin cepat-cepat menjadi bintang yang bertabur kepopuleran dan kekayaan. Semua acara yang menawarkan ketenaran dan kemewahan selalu diminati oleh peserta yang berjumlah bisa puluhan ribu. Mulai dari Indonesian Idol, Pop Stars hingga Models.

Di rubrik Surat Pembaca ini sudah banyak persoalan PDAM Semarang terungkap baik menyangkut pelayanan, mutu air maupun tarif. Kali ini kepala Cabang PDAM Semarang Timur, Noor Haryadi SE melayangkan surat no 956/50 tanggal 10 Mei 2004 kepada saya .

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA