logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Mei 2004 SALA
Line

Rekan-rekan Kobe Diburu

TIM Reskrim Polresta Surakarta akhirnya mendapatkan gambaran lebih pasti tentang posisi tersangka Saifudin alias Kobe, yang mereka tangkap belum lama ini di Pasuruan, Jatim. Dalam kelompoknya yang terdiri atas lima orang itu, dia hanya bertugas sebagai pengawal, bukan "pemetik" apalagi otak kejahatan. Lelaki yang ditangkap saat menonton teve di rumah istri mudanya itu mengakui uang jutaan rupiah yang dia peroleh dalam beberapa aksi kejahatannya kini ludes untuk bermain perempuan. "Kobe sering berperan sebagai pengemudi sehingga bagiannya paling kecil," kata salah seorang anggota tim, kemarin.

Saat dikeler, Selasa lalu, Kobe ternyata tidak membantah keterangan yang sempat diungkapkan anggota tim yang menangkapnya. Menurut dia, kelompoknya terdiri atas lima orang. Selain dirinya, ada Har, Mar, Sah, Rick. "Mereka semua warga Madura," papar Kobe.

Polisi sejauh ini baru mampu mengorek keterangan dari Kobe, tentang dua aksi perampokan yang dilakukannya, yakni terhadap Heni (35) juragan toko besi di Jalan Lompo Batang Mojosonggo serta Kospin Jasa Jalan Sutan Syahrir Tambak Segaran.

Aksi itu terjadi pada tahun 2003 lalu.

Pengeleran terhadap tersangka yang dipimpin Kanit I Reskrim Iptu Edison Panjahitan SH itu, bukan hanya dilakukan di wilayah Solo, tapi juga Sragen. Di wilayah Sragen, tepatnya di Desa Plupuh, kawanan perampok itu sempat berisirahat untuk membagi uang hasil rampokan. Uang Rp 214 juta yang mereka bagi itu merupakan hasil rampokan dari Kospin Jasa. "Setelah kami kuras isinya, tas itu saya buang di persawahan daerah Plupuh, " katanya.

Ketika itu Har selaku ketua kelompok menyodorkan Rp 10 juta yang merupakan bagiannya. Jumlah itu, lanjut dia, tidak dibagi secara merata, tapi melihat peran masing-masing anggota. "Yang membawa uang serta mengambil langsung tentu bagiannya lebih besar. Saya tidak iri pada jumlah uang yang diterima rekan-rekan saya," paparnya.

Dia menuturkan, ketika beraksi di Mojosonggo dia hanya menerima Rp 1 juta. Sebenarnya, menurut Kobe, dirinya tidak pernah tahu jumlah uang hasil rampokan rekan-rekannya itu. "Saya tak pernah tanya, mereka juga tidak memberitahu saya."

Jumlah hasil rampokan itu, lanjut dia, baru diketahuinya setelah membaca koran. Meski akhirnya mengetahui jumlah yang terkadang sering di luar gambarannya itu, dia tidak berusaha minta tambahan jatah. "Saya masuk dalam kelompok itu karena diajak Hari," paparnya.

Dia menyatakan, dia sebenarnya sudah hampir setahun tidak bertemu dengan rekannya itu. Perpisahan mereka terjadi seusai merampok Kospin Jasa pada 19 Mei 2003. "Saya terakhir bertemu Hari, ya waktu merampok Kospin Jasa itu. Soal kabar lainnya, justru saya lihat di televisi."

Menurut dia, Hari yang memiliki sejumlah nama samaran, seperti Abdul Rahman itu, merupakan anggota perampok yang ditangkap polisi Pacitan. "Wajahnya, bisa saya kenali saat ditayangkan di televisi. Mungkin saja, polisi tahu nama saya setelah menangkap Hari."

Aksi kawanan perampok yang diikuti Kobe itu termasuk kelompok penjahat brutal. Di Kospin Jasa, mereka menembak petugas satpam koperasi simpan pinjam itu. Meski demikian, nyali Kobe yang kini dalam kekuasan polisi Solo ternyata tak sebesar ketika dia bebas. Saat dikeler, Kobe lebih banyak diam, bahkan terkesan takut. Bahkan, ketika seorang anggota Tim Reskrim mengodanya agar dia turun ke sawah, lelaki berbadan tegap itu menolak. Dia takut polisi memililiki alasan menembaknya karena diduga akan kabur. "Nggak Pak, saya di sini saja. Saya tidak ingin turun dari mobil," katanya ketika anggota tim yang mengelernya sampai di persawahan Desa Plupuh, Sragen tempat pembuangan tas hasil rampokan.

Kasatreskrim AKP Masrur mengatakan, pihaknya masih mengejar sejumlah teman Kobe. Dia menyatakan dari jumlah yang kini diijadikan target itu, ada yang sudah tertangkap. "Selain Kobe, Hari juga sudah tertangkap. Jadi tinggal tiga orang yang kami kejar," paparnya. (Budi Santoso, Sri Hartanto-80i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA