| Jumat, 14 Mei 2004 | SALA |
''Ngangsu Kawruh'' ke Lumajang (1)Kota Baru untuk Pecah KeramaianRombongan Komisi D DPRD Wonogiri bersama jajaran eksekutif, tanggal 5 sampai 6 Mei 2004 lalu melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lumajang, Jatim. Berikut laporan wartawan Suara Merdeka Bambang Pur, yang mengikuti kunjungan ke Kabupaten Pisang Agung itu. MENURUT Asisten Sekda Wonogiri Drs Dwiputro Setyantomo MM, kunjungan ke Lumajang bertujuan untuk ngangsu kawruh (menimba ilmu) di bidang pembangunan fisik. Misalnya pembangunan infrastruktur dengan segala perangkat lunak perundang-undangan, pengelolaan kota, sampai penanganan sampah, irigasi, jasa konstruksi, pengendalian proyek, pengadaan barang jasa, bencana alam, pembangunan jalan pedesaan, dan listrik pedesaan. ''Meski pemilikan PAD (pendapatan asli daerah-Red) Wonogiri sama dengan Lumajang, sekitar Rp 30 miliar, secara jujur kami akui lay out perkotaan Wonogiri kalah jauh dibandingkan dengan Lumajang,'' kata Wakil Ketua DPRD Wonogiri, Siti Sofiyah. ''Masalahnya, Lumajang menang strategis di jalur Jawa Bali dan berada di tanah datar yang luas. Beda dari Wonogiri, yang kotanya berada di tanah yang tidak datar dan tak strategis,'' timpal Kabag Pembangunan Ir Sudaryanto MM. Wakil Ketua DPRD Lumajang, AKBP Azwar menyatakan, Lumajang dalam menyongsong perkembangan kota mendatang mengantisipasi dengan langkah membangun kawasan kota baru, terletak di tepi jalan raya lintas Jawa-Bali. ''Rintisan diawali dengan pembangunan perkantoran, seperti gedung baru DPRD Lumajang, yang menempati di kawasan kota baru itu. Ini dimaksudkan agar keramaian kota tidak terkonsentrasi hanya di jantung kota yang sekarang telah berkembang begitu kompleks,'' kata Azwar. Bukan Nglencer Banyak elemen masyarakat menyampaikan kritik tajam menyikapi kegiatan kunjungan kerja anggota Dewan, yang sering disebut sebagai nglencer. Untuk membuktikan sejauh mana kebenaran penilaian tersebut, DPRD Wonogiri mengajak wartawan pada setiap kunjungan kerja. ''Agar wartawan dapat mengamati secara langsung kegiatan kami, sekaligus membuktikan apakah ini nglencer atau tidak,'' ujar Ketua Komisi D, Sugimin Djoko Suwondo ST. ''Rasanya sulit kalau ini dikatakan nglencer. Sebab anggaran per komisi hanya Rp 30 juta, dan waktunya pun sangat terbatas, hanya dua hari termasuk perjalanan,'' kata Ketua Komisi C, HN Hadi Narwoto BA. Dia menambahkan, semua komisi melakukan kunjungan kerja. Jika Komisi D ke Kabupaten Lumajang, Komisi C, Selasa (11/5) berangkat ke Kabupaten Lamongan. Komisi A dan E akhir Mei mendatang ke Kabupaten dan Kota Malang. Sebelumnya Komisi B ke Ciamis, Jabar. Setiap melakukan kunjungan kerja, selalu menyertakan para pejabat ekskutif dan wartawan dari berbagai media massa. Sebagaimana dilakukan oleh Komisi D, rombongan eksekutif dipimpin langsung Asisten Sekda Drs Dwiputro Setyantomo MM, sekaligus menjadi pemimpin rombongan. Dalam rombongan itu terdapat Wakil Ketua DPRD Letkol Kowad CAJ Siti Sofiyah. Di Lumajang, rombongan diterima oleh Asisten Sekda Drs Edi Suwarno MM, mewakili Bupati H Achmad Fauzi. (49s) |