logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Mei 2004 SALA
Line

Bupati Bentuk Tim Sukses Mega

KLATEN - Bupati H Haryanto menyatakan akan membentuk tim sukses untuk mengegolkan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri sebagai presiden RI periode 2004-2009. Jika hasil perolehan suara Mega tak mencapai 50% lebih dari jumlah pemilih di daerahnya, dia tak akan mencalonkan lagi dalam pemilihan bupati 2005.

''Sebagai kader partai, saya bertekad membentuk tim sukses bagi kemenangan Ibu Mega. Bila tak bisa mendapatkan 50% suara lebih, saya tidak akan mencalonkan diri lagi,'' kata Haryanto di ruang kerjanya, Kamis (12/5) kemarin.

Dia mengaku dirinya bersama Gubernur Jateng pernah diundang Megawati untuk dimintai bantuan menjadi tim sukses bagi pasangan Mega dan Hasyim Muzadi. Bupati menyatakan kesediaannya. Dia pun optimistis Mega dapat meraih suara 50% lebih.

Hal itu disebabkan sudah ada dukungan dari 17 parpol, walaupn baru secara lisan. Karena itu, Haryanto akan sowan ke tokoh agama seperti KH Salman Dahlawi dan KH Muslim Imampuro atau Mbah Lim untuk meminta bantuan.

Dia juga akan meminta bantuan PNS dan masyarakat pendukung partai mana pun untuk mendukung pencalonan Megawati-Hasyim Muzadi. Namun ditegaskan, dia tidak akan memaksa siapa pun untuk memilih Mega.

''Perlu diingat, saya tidak akan memaksa siapa pun, hanya meminta bantuan. Tidak diberi bantuan juga tidak apa-apa, yang penting sudah berusaha," ujarnya.

Kamis sore dia mengumpulkan para pengusaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh parpol di sebuah rumah makan di daerah Kalasan Yogyakarta untuk pembahasan awal pembentukan tim sukses Mega-Hasyim. Dia menyatakan semuanya diundang agar adil.

Balas Jasa

Dia menyatakan ingin meloloskan Mega ke kursi presiden untuk kali kedua, disebabkan jasa Mega pada dirinya. Dulu, dia hanya kader biasa. Tapi dengan dukungan Mega kini Haryanto bisa menjadi orang nomor satu di Klaten.

"Ini semua saya lakukan karena saya tak akan menjadi seperti sekarang tanpa bantuan Ibu Mega,'' kata Haryanto bersemangat.

Dengan posisinya sekarang dia bisa berperan lebih besar bagi partai.

''Saya melakukan ini sebagai kader partai, bukan sebagai bupati. Saya tidak akan memaksa PNS untuk mendukung, hanya meminta bantuan. Tidak dibantu juga tidak apa-apa. Selama ini saya juga tidak pernah bertanya kepada para PNS nyoblos partai apa,'' ujarnya sambil tertawa.

Bupati tidak mengkhawatirkan bila ada yang menuduhnya menggunakan jabatan untuk meloloskan Mega. Sebab semua itu dilakukan atas nama pribadi sebagai kader PDI-P. Permintaan bantuannya juda tidak bersifat memaksa.

''Selama masa kampanye pemilihan presiden nanti, saya tidak akan cuti. Saya tetap menjalankan tugas sebagai bupati seperti biasa. Sebab, saya tidak akan ikut kampanye. Yang kampanye cukup tim sukses,'' kata Haryanto.

Dijelaskannya, pada 27 Mei mendatang akan ada pertemuan Paguyuban Perangkat Desa Jawa Tengah (Praja) Klaten di GOR Gelarsena.

Acara itu akan dihadiri 401 kepala desa dan perangkatnya. Di forum itu dia juga akan meminta bantuan. (F5-49i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA