| Jumat, 14 Mei 2004 | SALA |
Secara Struktural NU Tak Terlibat Tim Kemenangan dengan PDI-PBOYOLALI - Secara struktural Pimpinan Cabang (PC) NU Boyolali tidak akan membentuk tim sukses dengan PDI-P. Sebab tim untuk mendukung kemenangan duet Megawati Soekarnoputri-KH Hasyim Muzadi tidak boleh dilakukan secara organisasi. ''Jika ada yang nekat membentuk tim dengan melibatkan organisasi, kami akan melakukan perlawanan,'' kata Ketua Lembaga Dakwah PC NU, Ahmad Qowim Suroso SIP, kemarin. Perlawanan itu, lanjut Qowim, dilakukan dengan turun ke lapangan atau ke majelis wakil cabang (MWC, tingkat kecamatan) untuk mencegah organisasi NU dilibatkan dalam dunia politik. Bahkan kalau perlu, pemberian instruksi secara tertulis kepada semua pengurus NU di tingkat kecamatan. Sejauh ini dia belum melihat ada pengurus NU yang membawa nama organisasi untuk membentuk tim sukses. ''Silakan mendukung, tetapi jangan membawa nama NU. Sebab secara tegas NU tidak berpolitik. Kalau ada yang nekat berarti menodai khittah NU,'' ujar dia. Jarak Sama Qowim mengatakan, dukungan terhadap KH Hasyim Muzadi sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati hanya dilakukan dalam kapasitas pribadi. ''Jadi, kalau saya mendukung tentu dalam kapasitas selaku pribadi,'' katanya. Warga NU saat ini berada di mana-mana. Ada yang di Golkar, PPP, dan partai lainnya. Jika dukungan terhadap pencalonan KH Masyim Muzadi sebagai wakil presiden mendampingi Megawati dilakukan secara institusi, kasihan warga NU yang berada di partai lain. Karena itu harus dibuat jarak yang sama sehingga tidak ada dukung-mendukung secara organisasi. Selaku pribadi, Qowim menyatakan eman-eman Hasyim Muzadi bersedia menjadi calon wakil presiden. Sebab masih ada agenda besar yang belum diselesaikan. Di antaranya tindak lanjut pertemuan ulama sedunia. Jika terpilih sebagai wakil presiden, agenda itu dikhawatirkan akan berhenti. Namun, lanjut dia, keputusannya dikembalikan kepada orangnya. ''Bila menjadi calon wakil presiden dinilai keputusan terbaik, itu hak beliau,'' ujarnya. Sementara itu Ketua DPC PDI-P Probo Suhartono mengatakan pembentukan tim kemenangan tidak akan melibatkan NU. Dia menyadari keterlibatan institusi tidak diperbolehkan. Karena itu telah dilakukan pendekatan secara pribadi atau orang per orang, sambutannya juga positif. Tim sukses Mega Presiden yang sudah terbentuk di tingkat kabupaten, kini tinggal mengisi nama-nama. (shj-49i) |