logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Mei 2004 SALA
Line

Wakil Pedagang Dihalangi Ikut Sosialisasi

BOYOLALI - Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Ampel (P3A), Boyolali, Suwarno, merasa tersinggung atas tindakan panitia pembangunan pasar yang menghalangi dia mengikuti sosialisasi. Tindakan itu dinilai tidak etis dan kurang menghargai keberadaan pedagang.

''Saya sudah membawa undangan dan datang selaku pengurus paguyuban. Mengapa saat mau masuk aula Kecamatan Ampel diadang dan ditanya soal surat undangan. Itu kan tidak etis,'' katanya, kemarin.

Sosialisasi mengenai rencana pembangunan Pasar Ampel berlangsung Selasa (12/5) di aula Kantor Kecamatan Ampel dan diikuti 200 pedagang. Hadir Kepala Dinas Pasar Drs Sareh Marmo, Camat Ampel Tasno SSos, Kepala Cabang Dinas Pasar Ampel, Suhardi, dan wakil dari dinas terkait.

Menurut Suwarno, setelah diadang di pintu masuk, dia juga diminta menunjukkan surat undangan. Karena itu, dia segera menunjukkan kepada panitia.

Yang disesalkan, mengapa panitia harus mengadang dan semua pedagang diminta menunjukkan surat undangan. Padahal sosialisasi mengenai rencana pembangunan pasar itu kepentingan pemerintah. Pedagang hanya tamu undangan, sehingga mestinya kesediaan pedagang mendatangi sosialisasi perlu dihargai.

Diminta Mengisi

Menyinggung materi sosialisasi dia mengatakan, berisi rencana pembangunan pasar termasuk rencana biaya dan lain-lain. Semua pedagang pada prinsipnya mendukung dan setuju pasar dibangun. Namun, harus diingat pembangunan pasar jangan sekali-kali meninggalkan pedagang. Semua kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan harus melibatkan pedagang. Dengan demikian mereka bisa mengetahui perkembangan.

''Kalau mencoba meninggalkan pedagang akan memunculkan masalah. Ini harus diperhatikan,'' tegasnya.

Kepala Cabang Dinas Pasar Ampel Suhardi saat dimintai konfirmasi membantah panitia mengadang Suwarno saat memasuki aula Kantor Kecamatan. Panitia hanya menanyakan surat undangan dan meminta dia untuk mengisi daftar hadir.

Hal itu penting, karena menyangkut kapasitas ruangan. Sebelumnya pihaknya sudah minta agar surat undangan dibawa. ''Jadi, tidak benar kalau kami dikatakan mengadang,'' katanya. Dia mengatakan, sosialisasi pasar akan terus berlanjut. Dengan jumlah pedagang sekitar 840 orang, sosialisasi akan dilakukan secara bertahap.

Dia menandaskan pula, pembangunan pasar pasti melibatkan pedagang. Dengan demikian tidak mungkin mereka ditinggalkan. (shj-49k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA