| Jumat, 14 Mei 2004 | SALA |
Kare Ayam dan Nasi Liwet Digemari TurisSEPINTAS rumah makan di Jalan Ahmad Dahlan No 23 Keprabon Solo itu tidak tampak sebagai warung. Bangunannya tampak tua. Tata ruangnya juga berkesan apa adanya. Hal itulah yang membuat tempat ini jauh dari kesan warung makan. Kalau toh ada tengara, itu tampak pada tatanan meja dan kursi yang berjajar di beberapa sudut ruangannya. Dari situ orang mungkin akan bisa memahami bahwa gedung tua yang letaknya persis di depan Hotel Sentral itu adalah warung makan. Demikianlah, Warung Baru (nama warung makan tersebut) memang memiliki ciri khas yang mungkin berbeda dari warung yang lain. Terutama pada penata-an ruang, cara pembuatan masakan, menu yang ditawarkan, serta pelayanan. "Sebenarnya semua itu memang kami sengaja. Mengapa? Karena meski tidak menutup kemungkinan adanya pelanggan dari lokal, terus terang pelanggan di sini memang lebih banyak para turis," ujar Haryono, pemilik warung yang juga Kepala SMPN 1 Surakarta tersebut. Karena itu, menurut dia, konsep rumah makannya lalu dibuat seperti itu. "Soal penataan ruangannya, turis agaknya juga lebih menyukai yang seperti ini. Mungkin kalau dibuat modern mereka malah sudah biasa," jelasnya. Menu Selain pada penataan ruang, hal lain yang juga selalu diperhatikan, dan mungkin pula membedakan dengan rumah makan lain, adalah menu dan pelayanan. Menariknya, dari beberapa hal tersebut, Haryono justru banyak belajar dari para turis yang datang pada saat awal-awal berdirinya Warung Baru, yakni sekitar 1970. "Saya masih ingat bagaimana para turis yang menginap di hotel sekitar sini kebingungan mencari makan. Saat itu mulanya saya hanya berusaha menolong dengan menyediakan tempat dan bahan, lalu mereka sendiri yang membuat masakannya," kata dia. Dari situ, dia dan istrinya banyak belajar bagaimana cara memasak ala orang Barat itu. Dari situ pula dia menjadi tertarik mendirikan warung makan yang khusus untuk para turis. "Dari melihat mereka masak, kami lalu bisa membuat berbagai masakan Barat, seperti yang kami lakukan hingga sekarang. Kalau tidak salah, sekarang ada sekitar 200-an menu yang bisa kami buat. Namun, yang paling terkenal dan paling digemari adalah menu seperti madras, kare ayam, nasi liwet, pizza, wakamole, dan tempe sandwich."(Wisnu Kisawa-42i) |