logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Mei 2004 SALA
Line

Perlu Lokalisasi Pelacur

BALAI KOTA - Solo perlu lokalisasi pelacuran lagi? Ya, demikianlah wacana yang dilontarkan Wakil Wali Kota (Wawali) Surakarta J Suprapto atas merebaknya praktik prostitusi di berbagai sudut wilayahnya. Kemerebakan itu dapat diketahui dari hasil garukan atau razia, Selasa lalu yang menjaring 56 pelacur.

"Lokalisasi diperlukan untuk menampung para pelacur. Setelah resos Silir ditutup, mereka (para pelacur) berceceran di mana-mana," kata dia, kemarin.

Wacana itu kontroversial, mengingat penutupan resos Silir tahun 1998 karena desakan dari berbagai kalangan masyarakat. Namun, menurut dia, lokalisasi diperlukan karena di tempat tersebut para pelacur bisa dibina dan dipantau pemerintah.

Orang nomor dua di jajaran Pemkot itu juga sangsi atas keberhasilan razia dan proses lanjutannya dapat mengentaskan mereka dari pekerjaan yang digeluti sekarang. Mengenai lokasinya, menurut dia, tidak harus di eks resos Silir. Kalau memang di tempat itu sudah tidak memadai, dia memandang daerah pinggiran seperti di dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Putri Cempa, Mojosongo, atau di kawasan Jurug.(D11-42i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA