| Jumat, 14 Mei 2004 | PANTURA |
Simpan Ganja dan Amunisi, DitangkapBREBES - Daun ganja atau lebih dikenal dengan nama cimeng, bagi Agus Subur (30), adalah barang baru. Suatu saat dia diberi secara cuma-cuma oleh teman mainnya. Tapi setelah kecanduan, dia harus merogoh kocek untuk mendapatkannya. ''Mula pertama Taryana memberi ganja cuma-cuma. Bahkan mengisap sepuasnya juga boleh. Lha...sekarang saya harus beli,'' papar Agus Sabar, kepada polisi kemarin. Agus kemarin digiring ke Mapolres karena kedapatan menyimpan 2 ons daun ganja kering di rumahnya Dukuh Karangsawah, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong. Tak cuma ganja, di atas almari pakaian lelaki tiga anak itu juga ditemukan tujuh butir amunisi kaliber 45. Yang ini, menurut dia, diperoleh tak sengaja ketika jalan-jalan di hutan Gunung Anjing. ''Saya mendapatkan amunisi ini ketika masuk ke hutan Gunung Anjing, satu kilometer dari rumah,'' paparnya. Soal ganja yang dimiliki, kata Agus, baru satu jam dibeli dari Taryana, teman mainnya. Harga 1 ons ganja (satu ampul) Rp 10.000. Sedianya barang haram itu akan dikonsumsi sendiri sebagai hiburan pelepas lelah setelah seharian bekerja. Agus bekerja sebagai buruh kasar. Ketika habis kerja dan kelelahan dia suka sendirian di rumah mengisap ganja. Bagaimana rasa ganja itu? Lelaki bertubuh tinggi itu mengatakan, kalau diisap kepala terasa pusing dan melayang-layang. ''Saat itu saya merasakan nikmat bukan main,'' tuturnya. Menurut dia, beda ganja dengan minuman keras cukup jauh. Kalau minuman keras, bau mulut terasa oleh orang lain, tapi kalau ganja orang tak tahu kita sedang fly. Agus mengatakan, mengisap ganja baru sekitar satu bulan lalu. Terakhir dia beli 2 ons untuk persediaan. Namun satu jam kemudian polisi menggerebek ke rumahnya dan barang haram itu ditemukan di bawah rak tempat piring. Polisi mencium itu berdasarkan laporan masyarakat bahwa siang sebelumnya dia melakukan transaksi dengan Taryana. (wh-74) |