| Jumat, 14 Mei 2004 | PANTURA |
Ujian Listening di SMU 2 Harus Diulang dengan Materi BaruPEKALONGAN- DPRD menyesalkan kebocoran ujian akhir nasional (UAN) khususnya Listening Bahasa Inggris di SMU 2 Pekalongan. "Kesalahan itu tentu tidak hanya pada panitia di SMU 2, tetapi juga panitia subrayon kota," kata Drs Nur Khozin, anggota Komisi D DPRD Kota Pekalongan. Kesalahan itu, ujar dia, juga menimbulkan citra kurang baik di SMU 2 dan Kota Pekalongan. Karena itu dia mengharapkan, ke depan jangan sampai kesalahan itu terulang lagi. "Panitia harus lebih teliti dalam menangani ujian tersebut," ungkapnya. Berkaitan dengan UAN, Komisi D DPRD kemarin memanggil Kepala Dinas Pendidikan Pekalongan Drs Harrie Pudjirahardjo untuk dimintai keterangan dalam sidang komisi. Katanya, UAN Bahasa Inggris di SMU 2 akan dilakukan ujian susulan dengan materi baru pada 18 Mei. Seperti diberitakan, UAN untuk Listening Bahasa Inggris di SMU 2 Pekalongan dianggap bocor. Karena itu, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Kota Pekalongan mengajukan surat ke Mendiknas agar mencarikan pengganti materi yang baru khusus untuk SMU 2. Keliru Kaset Kebocoran ujian Listening Bahasa Inggris itu terjadi pada saat ujian utama, Senin (10/5). Ketika itu, Panitia Subrayon 01/34 Kota Pekalongan mendistribusikan kaset jenis paket utama (PU) dan paket susulan (PS). Di SMU 2 tersebut, dua kaset (PU dan PS) diputar di semua ruangan peserta ujian sehingga terjadi kesalahan. Namun menurut pernyataan sumber lain, saat ujian utama hanya keliru kaset. Semestinya yang diputar kaset PU tetapi keliru PS. Karena itu, ujian dilakukan ulangan dengan menggunakan kaset PU. Terhadap kemungkinan itu, Nur Khozin menilai, baik versi pertama maupun kedua tetap dinilai bocor. Karena itu, seharusnya ujian ulangan dilakukan dengan kaset baru. "Yang menjadi masalah, apakah sudah ada kaset baru. Kalau sudah ada, saya kira tidak ada masalah karena panitia tinggal melakukan ujian ulangan," paparnya. Dia mengemukakan, dalam kasus UAN ini semestinya Dinas Pendidikan proaktif mencarikan jalan keluar sehingga siswa SMU 2 tidak dirugikan. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Drs Harie Pudjirahardjo yang dihubungi di rumahnya kemarin, belum bisa memberikan penjelasan. "Besok saja di kantor, kami akan memberikan keterangan," katanya. (A15-74j) |