logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Mei 2004 PANTURA
Line

UAN SMA Diduga Bocor, Siswa Geger

  • Pelajar Rebutan Fotokopi Kisi-kisi Soal

BREBES - Beberapa materi pelajaran yang diujikan dalam Ujian Akhir Nasional (UAN) SMA di Kabupaten Brebes, kemarin (13/5) digegerkan bocor. Hal itu ditandai dengan banyaknya pelajar SMA yang berebut kopian kisi-kisi soal yang isinya sama persis dengan materi pelajaran yang diujikan.

Beberapa pelajar yang sempat ditemui di kios fotokopi di Jl Achmad Yani dan Jl Yos Sudarso, Kota Brebes, mengakui memperoleh kopi kisi-kisi soal dari salah seorang pelajar SMA swasta. Mereka mendapatkannya dari seorang guru mata pelajaran yang diujikan. Kisi-kisi itu ditulis tangan di atas kertas folio dengan jumlah soal sama dengan materi yang diujikan.

Ketika dikejar siapa yang mengedarkan, pelajar salah satu SMA favorit tersebut keberatan menyebutkan jati dirinya. "Tolong Pak jangan diberitahukan kepada kepala sekolah, karena ini saya dapat secara sembunyi-sembunyi," papar seorang pelajar.

Kecurigaan makin kuat ketika ada seorang guru SMA mencoba meminta kopi kisi-kisi itu, pelajar tersebut spontan kabur. Masih untung, guru itu mendapatkan sisa fotokopi yang ada di kios itu.

70% Keluar

Mengapa kisi-kisi soal tersebut menjadi rebutan? Kata para pelajar karena materi yang ada di dalam kisi-kisi hampir 70% keluar dalam ujian. "Nih Pak kisi-kisi antropologi yang saya dapat kemarin, ternyata 70% keluar dalam ujian hari ini (Kamis-Red)," ujarnya.

Materi kisi-kisi yang beredar di kalangan pelajar antara lain pelajaran sejarah, antropologi, PPKn, kimia, sosiologi, dan fisika. Menurut dugaan seorang guru, beredarnya kisi-kisi tersebut sengaja dilakukan oknum guru, karena kepala sekolah ketakutan anak didiknya jeblok dalam UAN kali ini. Disebutkan, peredaran kisi-kisi sangat tidak wajar karena hampir 70% muncul dalam ujian. Bahkan, yang lebih mengherankan antara jumlah soal yang diujikan sama banyak dengan jumlah kisi-kisi. Hanya saja, nomornya dibolak-balik.

"Misalnya pada mata pelajaran antropologi 45 soal, pada kisi-kisi juga sama banyaknya dan isinya persis, berarti UAN kali ini bocor," tukasnya.

Menurut dia, lazimnya sebuah kisi-kisi, biasanya berbentuk bank soal yang berjumlah ratusan. Namun kisi-kisi yang beredar sama jumlahnya, hanya nomor dibalak-balik, sehingga pelajar yang mengantongi kopian dapat dengan mudah mengerjakan soal ujian.

Sekretaris MKKS (musyawarah kelompok kepala sekolah) SMA Drs Sri Lahir MPd yang juga Kepala SMA Negeri 03 Brebes membantah peredaran kisi-kisi itu sama dengan kebocoran soal UAN. Sebab, sesuai hasil rapat MKKS pada 21 April 2004, kisi-kisi boleh dimiliki guru maupun siswa.

"Kisi-kisi itu seperti yang kami dapatkan dari internet untuk soal UAN dari pusat. Jadi, boleh saja dimiliki siswa," paparnya.

Tentang kesamaan antara kisi-kisi dengan materi yang diujikan, merupakan bentuk kreativitas guru mata pelajaran dalam menjabarkan kisi-kisi yang diberikan MGMP (musyawarah guru mata pelajaran). Jadi, ketika seorang guru menerima bahan kisi-kisi kemudian dijabarkan dalam bentuk soal dan kebetulan sama persis dengan yang keluar pada ujuan, itu kebetulan semata.

Pada prinsipnya, sesuai hasil rapat MKKS, kepala sekolah supaya mencari bahan kisi-kisi untuk diberikan kepada guru. Ada beberapa kepala sekolah yang melakukan, tapi ada juga yang tidak. Mereka yang kreatif kemudian bisa menjabarkan dan diberikan kepada siswa, sehingga kesannya tak merata setiap sekolah memiliki kisi-kisi soal yang diujikan.

Kasubdin SLTP/SLTA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Brebes, Drs H Munthoha MM juga membantah terjadi kebocoran. "Tidak ada kebocoran UAN. Soal yang ramai di fotokopi siswa adalah kisi-kisi," katanya. (wh-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA