| Jumat, 14 Mei 2004 | PANTURA |
Obat Tradisional Lebih Cocok untuk Mengatasi Ulat BawangBACK to nature atau kembali ke alam. Itulah ungkapan yang sesuai dengan sosok Mawardi, Pengawas Hama Subdin Pertanian Pemkot Tegal. Sebab, di tengah kebingungan petani bawang - di wilayah Margadana dan Tegal Selatan- dalam mengatasi serangan ulat gerayak, Mawardi menawarkan teknik pemberantasan hama ulat yang bersifat alami. Menurut dia, pemberian obat tradisional alami itu lebih efektif dibandingkan dengan obat bahan kimia, semacam pestisida untuk memberantas hama ulat gerayak. Obat tradisional itu, jelas dia, merupakan ramuan dari beberapa jenis antara lain, tanaman johar dan gadung. "Berbagai tanaman itu ditumbuk. Setelah dijemur empat hari, larutannya bisa disemprotkan ke daun tanaman. Dengan demikian, ulat yang berada di daun bawang itu bisa mati,"katanya. Cara itu, lanjut dia, sangat berbeda ketika petani menggunakan bahan obat-obatan kimia, seperti pestisida. "Ketika disemprot dengan bahan kimia itu, ulat hanya bersembunyi di dalam tanah. Lantas, pada musim tanam tertentu akan muncul dan ulat itu akan bertambah kebal dan tahan terhadap pestisida." Kurang Familier Kendati penggunaan obat tradisional itu lebih jitu, Mawardi mengakui, di kalangan petani kurang familier. Artinya, petani sudah telanjur terbiasa dengan menggunakan obat-obatan bahan kimia. "Kerugian lain, ketika menggunakan obat berbahan kimiawi, hewan yang seharusnya bisa membantu pertumbuhan tanaman justru terkena obat itu. Dan pada akhirnya petani juga yang rugi. Hewan jenis predator misalnya yang seharusnya bisa membantu pertumbuhan tanaman, terkena obat tersebut," jelasnya. Dia mengakui, serangan ulat gerayak atau dalam bahasa latin sedoptera exigua merupakan hama yang datang setiap musim tanam. Ironisnya, petani kurang menyadari untuk menggunakan obat tradisional tersebut. "Ya, mungkin karena pemahaman yang masih minim. Padahal, kami sudah berkali-kali memberikan sosialisasi, namun kurang mendapat respons dari petani. Untuk musim tanam yang akan datang, kami akan sosialisasikan agar mereka menggunakan obat tradisional tidak lagi tergantung pada obat pestisida kimiawi," tandasnya. (Dwi Ariadi-74) |