| Jumat, 14 Mei 2004 | OLAHRAGA |
Gelora SenayanTak Ada Lagi Huruf KanjiSEIRING dengan tersingkirnya Jepang dalam babak semifinal sore kemarin, maka tak ada lagi tulisan berhuruf Kanji yang tertempel di salah satu dinding pembatas lapangan. Di sebelah tulisan itu, terpasang Hinomaru, bendera Jepang dari kain dalam. Suporter Jepang memang terbilang antusias dalam mendukung timnya berlaga. Bendera-bendera kecil menyertai para suporter itu dalam menyemangati timnya. Dari jumlahnya, mereka terbesar dibanding pendukung tim-tim tamu lainnya. Ketika tim Indonesia tidak main, mereka seakan jadi mayoritas di Istora Gelora Bung Karno. (tok,D3-77) Hanya Dua Wartawan JermanJERMAN yang mengikuti putaran final, baik untuk perebutan Piala Thomas maupun Uber, ternyata tak disertai rombongan wartawan yang berarti. Hanya ada dua wartawan yang langsung datang dari Jerman untuk meliput kejuaraan ini. Salah satunya adalah Volker Brahms, yang bekerja untuk Tagespiegel dan Frankfurter Allgemeine Zeitung. ''Saya tidak tidur di hotel. saya menginap di kenalan saya, seorang pria Indonesia yang pernah belajar di Jerman,'' katanya, ketika ditemui seusai membeli atribut suporter Indonesia. Dia mengeluarkan uang Rp 30 ribu untuk memperoleh dua set stick balloon dan sebuah bendera kecil dari kain. (tok,D3-77) |