| Jumat, 14 Mei 2004 | OLAHRAGA |
Tim Sepak Bola Porcanas DiseleksiSOLO- Sebanyak 22 penyandang cacat dari berbagai daerah, selama dua hari (12-13 Mei) ini mengikuti seleksi pemain cabang sepak bola. Dari jumlah 22 pemain itu, hampir semuanya mengalami cacat tubuh terutama tangan, dua lainnya tuna rungu, Dua tuna rungu yang saat ini dibina di RS Prof dr Soeharso akan menempati posisi khusus, yakni penjaga gawang. ''Penjaga gawang harus mempunyai tubuh lengkap, dua tangan, dua kaki. Maka dipilih pemain yang tuna rungu,'' kata pelatih tim sepak bola BPOC Jawa Tengah, M Aziz. Semangat para pemain itu tampaknya harus mendapat acungan jempol. Meski bermain dengan satu tangan, juga ada yang kakinya tidak normal, mereka bisa berlari cepat serta menjaga kesimbangan tubuh. Seleksi yang berlangsung di kompleks lapangan RS Prof Dr Soeharso, Jebres Solo itu pun mendapat perhatian penonton cukup besar. Berulang kali para penonton bertepuk tangan saat para pemain berani adu body saling berebut bola. Aziz yang dibantu Sumardi menjelaskan, proses seleksi cukup sulit, karena para pemain yang datang dari berbagai daerah belum diketahui tipe serta pola mainnya. Bahkan dari 22 pemain, ternyata hanya 30 persen saja yang bisa diandalkan. ''Rata-rata stamina mereka payah,'' jelasnya. Namun, Aziz merasa optimis, tim sepak bola BPOC Jateng akan terbentuk karena sejumlah pemain yang bisa diandalkan belum datang. ''Masih ada sekitar 10 pemain luar kota yang belum bisa hadir. Dari hasil seleksi nanti akan dipilih 16 pemain.'' Dia mengakui, untuk membentuk tim yang solid perlu pembinaan dan latihan intensif. ''Jika sudah terpilih 16 pemain, direncanakan dilakukan pemusatan latihan. Khusus sepak bola diperlukan pembinaan cukup lama,'' katanya. (P44-77) |