| Jumat, 14 Mei 2004 | OLAHRAGA |
Belum Mempunyai Karakter PermainanSEMARANG - PSIS Semarang tetap menjadi ancaman bagi tim-tim peserta Kompetisi Liga Indonesia (KLI) X pada putaran kedua nanti. Sebab, secara materi, pemain PSIS cukup berkualitas. Buktinya, anak-anak asuhan Cornelis Soetadi mampu berada di papan tengah. Meski demikian, pada putaran kedua permainan Agung Setyabudi dan kawan-kawan harus tetap diperbaiki, terutama pada pembentukan karakter permainan tim. ''Permainan PSIS sudah ba-gus. Tinggal bagaimana Soetadi meningkatkan karakter permainan timnya saja,'' ujar mantan pelatih PSIS Edy Paryono, kema-rin. Menurut dia, Laskar Mahesa Jenar sejak dulu mempunyai ciri dan karakter permainan cepat. Karakter itu sudah dipahami tim-tim lain peserta KLI. Namun selama putaran pertama karakter itu kurang terlihat pada Agung Setyabudi dkk. Mereka cenderung bermain lamban. Karena itu, di putaran kedua Soetadi diharapkan bisa menampilkan karakter permainan yang lebih cepat lagi untuk meningkatkan performa timnya. ''Materi pemain PSIS saat ini memungkinkan Mas Tadi untuk bisa membentuk karakter permainan yang cepat melalui umpan-umpan pendek. Sebab, pemain seperti Indriyanto Nugroho, Roberto Kwateh, Bambang Harsoyo dan yang lain mempunyai kecepatan,'' ungkap asisten pelatih timnas Pra-Piala Dunia Indonesia itu. Umpan Panjang Ciri permainan Soetadi selama ini lebih cenderung memakai umpan-umpan panjang, menurut dia, juga bisa dibuat dengan permainan cepat. Pemain tak boleh terlalu lama bermain-main dengan bola. Tinggal bagaimana Soetadi bisa mengemas dan membiasakan anak-anak asuhannya untuk bermain cepat. Sebab, permainan cepat dengan umpan panjang itu juga dianggap berbahaya saat berada di pertahanan lawan. Hanya, kelemahannya jika pemain belakang lawan tangguh, umpan-umpan panjang tersebut mudah diantisipasi. ''Selama ini permainan PSIS mengandalkan umpan-umpan panjang yang lebih bersifat spekulasi. Hal itu membuat serangan mudah dipatahkan lawan. Padahal, melalui permainan dengan umpan-umpan panjang seperti itu karakter permainan cepat juga bisa dibuat,'' kata Paryono yang pernah membawa PSIS menjuarai KLI V. Dia yakin seniornya ini sudah mempersiapkan timnya lebih baik untuk menghadapi putaran kedua. Apalagi pelatih kawakan itu punya banyak pilihan untuk menentukan pemain guna membentuk karakter tim sesuai keinginannya. (H13-59) |