| Jumat, 14 Mei 2004 | WACANA |
Surat PembacaLagi-lagi soal PDAMDi rubrik Surat Pembaca ini sudah banyak persoalan PDAM Semarang terungkap baik menyangkut pelayanan, mutu air maupun tarif. Kali ini kepala Cabang PDAM Semarang Timur, Noor Haryadi SE melayangkan surat no 956/50 tanggal 10 Mei 2004 kepada saya . Isinya, saya memiliki tunggakan dengan ancaman dan akan memutus sambungan air minum jika dalam tiga hari tidak menyelesaikan tunggakan tersebut. Anehnya tunggakan bulan September 2000 dan Maret 2004 ditagih bersamaan. Rasanya kebangetan, wong tunggakan sudah empat tahun kok baru diketahui. Zamannya Pandu Soesilo jadi direktur juga terjadi. Setelah saya cek rekening di rumah dengan data yang disodorkan PDAM ternyata banyak yang berbeda. Data sekarang pun rasanya ngawur. Untuk rekening September 2000 dan Maret 2004 masih saya simpan, bernomor 0707994 dan 0101122 (fotokopi terlampir). Bagaimana jika rekening tersebut sudah hilang. Pasti mau tidak mau pelanggan akan membayarnya kembali. Lalu ke mana uang yang sudah dibayarkan sebelumnya. Mungkin saja perlakuan ini tidak hanya saya yang mengalami. Apakah kesalahan administrasi di PDAM selalu ditimpakan kepada pelanggan? Pak Wali, tolong jangan hanya menyalahkan masyarakat kecil, sementara aparat enak-enakan menyudutkan warga. I Nengah Segara Seni *** Penabrak di Barito Pada tanggal 4 Mei 2004 keponakan saya mengalami kecelakaan di Jl Barito Semarang. Dia dirawat di rumah sakit selama 2 hari, kulit wajah lecet parah, kulit tangan dan kaki. Siapa yang salah saya tidak tahu karena tidak melihatnya sendiri. Sebagai manusia yang punya rasa kasihan dan tanggung jawab mari selesaikan kekeluargaan dan bantu biaya perawatan. Indah *** Tanggapan Telkomsel Sehubungan dengan surat pembaca atas nama Bapak Koesno Mangundihardjo di harian Suara Merdeka tanggal 10 Mei 2004 perihal program HALObebas, bersama ini kami menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya komunikasi Bapak. Kami informasikan, aktivasi kartuHALO melalui proses survey dan validasi atas data yang diserahkan pelanggan kepada Telkomsel. Selanjutnya kami akan mengaktifkan dalam waktu 1x24 jam. Berkaitan dengan permasalahan aktivasi kartuHALO Bapak, kami mendapatkan kendala pada saat proses survey dan validasi. Untuk itu, kami mengharapkan kesediaan Bapak untuk menghubungi Sdri. Roesviandrie di GraPARI Telkomsel, Gedung Grinatha BPD Lt.1, Jl Pemuda 142 Semarang, telp 024-3560811, agar kartoHALO tersebut dapat segera kami aktifkan. Atas masukan dan kerjasamanya kami sampaikan terimakasih. Febriati Nadira *** Paradigma Pembinaan Obat Tradisional Suara Merdeka beberapa waktu lalu menurunkan berita sedih berjudul "Ratusan Perajin Jamu Tutup Usaha" dan selang sehari diikuti tajuk berjudul "Menyelamatkan Nasib Ratusan Perajin Jamu". Salut kepada koran ini yang peduli terhadap nasib pengobatan tradisional Indonesia/jamu. Bagaimana caranya?. Eliminasi jamu/pengobatan tradisional (batantra) Indonesia sudah kali kesekian berulang. Tempat yang kosong terus diisi obat tradisional asing seperti ginseng, ganoderma, ginkgobiloba. Ini akan terus berlangsung jika pengelolaan dan pembinaan obat tradisional tetap menggunakan paradigma lama, "pendekatan birokrat hanya dengan otak-atik kebijakan/peraturan". Dengan pendekatan birokrat yang terbina hanyalah penampilan. Padahal karakteristik dan roh suatu obat terletak pada pembuktian keamanan dan kemanfaatan dengan rasional, realistik untuk pemeliharaan kesehatan dan pengobatan penyakit. Barang tentu ini memerlukan konsep yang matang dan mendasar, konsep farmasi klinik, farmakologi klinik dengan sarana laboratorium klinik. Laboratorium dengan peralatan dan SDM yang profesional. Perangkat tersebut merupakan keniscayaan dalam upaya peningkatan kualitas secara realistik menjadi pengobatan tradisional yang berkarakter "kedokteran dan budaya lokal Indonesia". SK Menkes RI no 0584, 1995 tentang SP3T (Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) telah didisain untuk dapat dijadikan landasan paradigma baru dengan instrumen SP3T-nya. Oleh Menkes berikutnya (dr Farid Anfasa Moeloek) diperkuat slogan "Obat Asli Indonesia Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri dan Menjadi Tamu Terhormat di Negeri Orang". Slogan yang bermakna sangat dalam dan filosofis. Sayangnya Bp Menkes penerus tidak lagi menindaklanjuti sehingga jajaran di bawahnya kembali berpaling ke paradigma lama dengan pendekatan birokratnya. Sekarang SP3T yang sedianya akan dapat mengusung paradigma baru untuk menjadikan obat asli (tradisional) mulai kehilangan nafas. Dengan paradigma lama berita sedih tentang eliminasi dan penggusuran obat tradisional asli akan datang. SOS batantra Indonesia. Semoga berita dan tajuk Suara Merdeka dan tulisan singkat ini terbaca oleh Bp Gubernur Jateng dan Menkes. Dr I Nasution *** Sedih, PNS Digerebek Saya seorang nenek pensiunan yang pernah bekerja pada Dinsos, Dinas P danK, Dinas Hubdar dan BUMN bersedih membaca berita polisi menggerebek judi di instansi P dan K Jateng yang pelakunya beralasan kekurangan pekerjaan. Wahai anak-anakku, sadarlah Anda PNS yang disumpah dan digaji dari uang negera (rakyat). Karenanya sebaiknya bertanggung tanggung jawab atas pendidikan dan kebudayaan anak bangsa. Kalau saya boleh usul bagaimana kalau atasannya mengumpulkan anak buah yang kekurangan pekerjaan dan membentuk tim. Team A terdiri beberapa orang sesuai keahliannya bertugas memantau para PNS yang pada jam kerja berada di mal/pasar. Tidak merrazia, tetapi cukup disurvey sebab ada yang memang bertugas misalnya petugas pajak, petugas POM (memantau makanan kadaluwarsa) dan lainnya Tim B terdiri beberapa orang mewakili rekan yang sakit (opname) maupun layat. Tidak perlu PNS yang sedang sibuk pamit, cukup diwakili sebuah tim. Mereka menjemput tamu instansi dan mengantarkan ke tempat yang dituju. Setiap Sabtu sudah ada laporan dari tim untuk dievaluasi atasannya. Saya kira masih banyak kegiatan yang kreatif yang bisa ditemukan para penanggungjawab Dinas P dan K bila memang mereka peduli akan nasib bangsa ini. Tidak lupa teriring doa saya agar anak cucu mendapatkan hari depan yang baik dan menikmati pendidikan yang santun di negeri tercinta ini. Ny Soetiarti *** Untuk Penabrak Lari Pada 26 April lalu sekitar pukul 07.00 terjadi kecelakaan di dekat Panti Sosial Desa Besi Rembang. Korban siswa SMK Yos, yang diserempet motor dari belakang hingga jatuh bersama yang dibonceng. Agus Daryanto anak tersebut mengalami luka cukup parah pada wjah yang harus dijahit, tiga buah gigi patah dan tangan serta pundak juga terluka. Si pembonceng mengalami luka pada kaki. Saya mengetuk hati nurani Anda yang menyerempet dan melarikan diri. Saya berharap Anda menyadari perbuatan itu menyusahkan banyak orang. Bagaimana seandainya hal ini terjadi pada diri atau keluarga Anda, pasti sakit. Aku membuka pintu maaf jika Anda menyadari. F Susanto |