logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Mei 2004 NASIONAL
Line

Sony Pemain Kunci Indonesia Lawan Denmark


Sony Dwi Kuncoro dan Peter Gade - SM/dok

JAKARTA- Tuan rumah Indonesia bakal menghadapi Denmark dalam babak semifinal Piala Thomas yang digelar di Istora Gelora Bung Karno Jakarta, malam ini pukul 19.00. Sebelumnya pada pukul 14.30 dipertandingkan partai semifinal lainnya antara favorit juara China melawan Korea Selatan.

Salah satu ofisial Denmark, Flemming Weiberg mengakui pihaknya telah mempersiapkan strategi khusus, sejak babak perempat final belum digelar. "Kami memperhitungkan benar kekuatan Indonesia, yang didukung oleh ribuan penonton dengan penuh semangat. Antusiasme penonton di sini memang menyenangkan," katanya, kemarin. Salah satu taktik mereka adalah mempersiapkan Peter Gade dalam kondisi segar, ketika partai "menuju puncak" digelar. Karena itulah, pemain nomor satu mereka itu tidak ditampilkan dalam tim yang mengalahkan Jerman 3-1 pada babak delapan besar, Rabu lalu. Posisi Peter saat itu diisi oleh Kenneth Jonassen, yang sukses menumbangkan pemain utama Jerman, Bjoern Joppien 15-9, 15-11.

Pertandingan semifinal Piala Thomas antara Indonesia lawan Denmark Jumat (14/5) malam ini mulai pukul 19.00 akan menjadi pertemuan ke-12 antara kedua rival Asia dan Eropa itu, sekaligus ulangan partai empat besar dua tahun lalu di Guangzhou, China, yang saat itu dimenangi oleh tim Indonesia 3-0.

Indonesia menyambut pertemuan ke-12 itu dengan rekor sempurna 11-0, yang dimulai sejak Piala Thomas 1957/1958 saat keduanya bertemu di putaran pertama interzona, atau putaran final saat ini.

Saat di Guangzhou, Indonesia memiliki Marleve Mainaky, Taufik Hidayat, dan juara dunia Hendrawan, yang masih memiliki sisa penampilan terbaiknya. Sedangkan pada ganda, Candra Wijaya/Sigit Budiarto tengah dalam penampilan puncak dikombinasikan dua pemain berpengalaman Halim Heryanto/Tri Kusharjanto.

Kali ini, hanya tiga dari 10 pemain di tim, yang merupakan sisa the winning team dua tahun lalu, Taufik Hidayat, Candra Wijaya dan Tri Kusharjanto.

Sisanya, debutan Sony Dwi Kuncoro mengemban tanggung jawab yang berat sebagai tunggal pertama, serta Simon Santoso, tunggal ketiga, yang masih sulit untuk diharapkan serta Wimpie Mahardi yang dianggap sebagai "pelengkap" di tim.

Luluk Hadiyanto/Alven Yulianto juga memikul tanggung jawab berat sebagai debutan saat menjadi ganda pertama di tim dan terbukti gagal mengatasi tekanan itu setelah dua kekalahan pada putaran grup dan perempat final melawan Malaysia. Flandy Limpele/Eng Hian juga memiliki tugas yang berat dengan penampilannya yang sering tidak konsisten. Kombinasi itu membuat Indonesia memiliki tim yang lebih lemah dibanding dua tahun lalu.

Sebaliknya, Denmark memiliki tim yang hampir sama tetapi dengan penampilan yang jauh lebih kuat dibanding dua tahun lalu. Mereka juga mendapatkan kembali "dua Peter", finalis kejuaraan dunia 2001 Peter Gade Christensen serta mantan juara dunia Peter Rasmussen. Dua tahun lalu Gade absen karena cedera. Mereka juga dilengkapi tiga tunggal berpengalaman Anders Boesen, Kenneth Jonassen serta Niels Christian Kaldau.

Para pemain ganda mereka kini berada dalam penampilan terbaiknya setelah memenangi beberapa event perseorangan dalam kurun satu tahun terakhir. Lars Paaske/Jonas Rasmussen juga baru saja meraih gelar juara dunia, dikombinasikan dengan juara All England dan juara Eropa Jens Erikssen/Martin Lundgaard Hansen membuat Denmark memiliki kekuatan ganda yang jauh di atas dua tahun lalu.

Sony Kunci

Siapapun yang kalah atau menang, maka partai tunggal pertama akan menjadi kunci bagi langkah ke final. Sony Dwi Kuncoro akan mengemban tugas itu, yang telah dilaksakannya dengan baik saat mengalahkan Wong Choong Hann saat Indonesia mengalahkan Malaysia 3-1 di perempat final.

Manajer tim Piala Thomas Denmark Flemming Weiberg pun mengakui penampilan Sony pada Rabu malam jauh berbeda saat dikalahkan Lin Dan pada pertandingan pertama pemain itu, dan hal itu menjadi peringatan bagi timnya. (D3,tok,ant-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA