logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Mei 2004 SEMARANG
Line

Kemudahan Penumpang Perlu Dipikirkan

SEMARANG - Niat PT Angkasa Pura II Cabang Bandara A Yani Semarang untuk memindahkan terminal penumpang ke utara landasan, sebaiknya jangan sampai berakibat mempersulit calon penumpang ke bandara atau ke tempat tujuan lain setelah mengikuti penerbangan. Sejak awal, sebaiknya perlu dipertimbangkan akses penggunaan peralatan transportasi lain selain kendaraan umum di bandara.

''Pemindahan terminal penumpang ke utara landasan sah-sah saja. Namun, akses transportasi untuk menuju dan meninggalkan bandara perlu dipertimbangkan,'' tutur pakar transportasi Unika Soegijapranata Ir Drs Djoko Setijowarno MT kepada Suara Merdeka, kemarin.

Menurutnya, sejak sekarang sudah harus direncanakan akses peralatan transportasi yang termudah bagi penumpang untuk menuju atau meninggalkan bandara. Alat transportasi tersebut tidak hanya taksi, yang umumnya dipergunakan penumpang.

Sebenarnya, lanjut dia, terminal penumpang bandara A Yani yang dipakai saat ini sudah strategis, apalagi dekat dengan lintasan kereta api. PT Angkasa Pura perlu memikirkan kemudahan bagi penumpang untuk kembali menuju kota asal setelah melakukan penerbangan dengan menggunakan pesawat langsung dari Bandara A Yani.

Joko mencontohkan penumpang dengan tujuan kota Kendal atau Tegal yang ingin pulang ke tempat asalnya, setelah melakukan penerbangan, tidak perlu jauh-jauh mencari taksi ke Stasiun Poncol atau Tawang. Namun, cukup berjalan kaki saja menuju stasiun yang dekat dengan bandara untuk pulang ke kotanya. ''Artinya, terminal penumpang yang ada selama ini tetap bisa dipergunakan bagi penumpang lokal,'' ujarnya.

Cukup Jauh

Terminal baru yang akan dibuat di sebelah utara landasan, untuk mencapainya harus melewati Jalan Arteri Utara dan ini akan terasa cukup jauh. Artinya, untuk mencapai ke tempat tersebut harus memutar, sehingga di satu sisi tidak efisien.

''Namun, di sisi lain terminal baru itu memiliki keuntungan, karena tempatnya lebih luas,'' jelasnya.

Terminal baru yang akan dibangun, sebaiknya khusus untuk melayani penerbangan internasional. Namun, Joko tidak setuju kalau Bandara A Yani dijadikan bandara internasional, karena dapat menghambat perkembangan Kota Semarang.

''Bandara yang melayani penerbangan internasional harus dapat memisahkan antara penumpang domestik dan penumpang internasional,'' tandasnya.

Akan lebih baik, lanjut Joko, jika antara terminal yang akan dibuat dan terminal yang ada sekarang ini dibuat akses transportasi bawah tanah. Dia mencontohkan kereta bawah tanah pada Bandara Kuala Lumpur, Malaysia. (H2-45k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA