logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Mei 2004 SEMARANG
Line

Selain SMK 7, SMK 8 Juga Akan Diruilslag

BALAI KOTA- Rencana Pemerintah Kota Semarang untuk melakukan tukar guling (ruilslag) SMK 7 (STM Pembangunan) terus berlanjut. Bahkan perkembangan terakhir, tak hanya SMK 7 yang berada di kawasan Simpanglima yang akan diruilslag oleh Pemkot Semarang, SMK 8 (dulu SMPS) yang terletak di Peterongan juga akan mengalami nasib sama.

Penegasan itu disampaikan oleh Ketua Tim Pengembangan SMK 7 dan SMK 8 Drs Hadi Purwono didampingi anggota tim lainnya setelah rapat, Kamis (13/5). Hadir Kepala SMK 7 Drs Kartono MPd dan Kepala Sekolah SMK 8 Drs Edy Drajad MPd.

Menurut dia, ruilslag kedua sekolah itu dalam rangka program pengembangan sekolah menengah kejuruan berstandar internasional.

Untuk melaksanakan rencana tukar guling dua sekolah itu, Hadi Purwono yang juga Asisten III Sekda menjelaskan, Pemkot telah membentuk Tim Pengembangan SMK 7 dan SMK 8. Di dalamnya terdapat tiga subtim yang masing-masing mempunyai peran.

Ketiga subtim yang dibentuk itu, yakni Tim Pengadaan Tanah yang diketuai Asisten I Sekda Drs Soemarmo HS. Lalu, Subtim Pembangunan Fisik yang dipegang Ir Tata Pradana, Kepala Dinas Tata Kota dan Permukiman. Terakhir, Subtim Sarana dan Prasarana yang diketuai Kadinas Pendidikan Drs Sudjoko. Semua tim telah sepakat untuk melakukan ruilslag tersebut.

Ketua Subtim Pengadaan Tanah Drs Soemarmo menjelaskan, setelah melakukan survei di enam kecamatan, yakni Pedurungan, Banyumanik, Mijen, Tembalang, dan Gunungpati didapat alternatif lokasi yang dinilai paling cocok untuk pengembangan kedua SMK itu, yakni di Mijen.

Tim pengadaan tanah menilai lokasi di Kelurahan Bubakan dan Pesantren Kecamatan Mijen merupakan tempat paling ideal untuk lahan pengganti SMK 7 dan SMK 8. "Di kawasan itu bisa diplot lahan seluas 40 hektare untuk lokasi kedua SMK itu," jelasnya. Penentuan hasil survei ini tim melibatkan birokrat, alumni, Dewan Pendidikan, Komite Sekolah dan Dinas Tata Ruang.

Sementara itu, Ketua Subtim Pembangunan Fisik Ir Tata Pradana mengemukakan, subtim yang ditanganinya tak berbicara masalah perlu tidaknya tukar guling, tetapi menyangkut kebutuhan fisik yang dituju nantinya seperti apa.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Drs Heru Supriyono MPd mengatakan, semua tahapan ruilslag tersebut sudah transparan, terbukti dibentuknya sejumlah tim di atas. "Kalau ada guru berkata itu tak transparan, jelas tidak benar," ujarnya.

Kepala Sekolah SMK 7 Drs Kartono MPd mengemukakan, lahan yang ditempati sekolah itu seluas 3,125 hektare, nanti setelah diruilslag dengan ideal 20 hektare. Kepala SMK 8 Drs Edy Drajat menambahkan, sekolah yang dipimpinnya menempati lahan seluas 8 hektare, termasuk asrama siswa. Padahal, idealnya menempati lahan seluas 10 hektare termasuk untuk asrama. (G17-73k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA