logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Mei 2004 SEMARANG
Line

Sangkala Band ''Membius'' Pengunjung

SEMARANG - Puluhan anak muda yang merangsek mendekati panggung sambil menyanyi dan mengacungkan dua jari tanda perdamaian (peace), rasanya cukup menjadi penanda bahwa penonton menikmati pertunjukan yang dimainkan Sangkala Band di Pekan Raya Semarang, Rabu malam (12/5).

Lagu-lagu bercorak rock dan setengah country karya Iwan Fals, mendominasi seluruh penampilan grup band ini. Judul-judul legendaris seperti "Bongkar", "Badut", "Serdadu", atau "Huahahaha" mampu membuat suasana terasa lebih semarak. Puluhan penonton yang menikmati pertunjukan itu di lapangan berumput Garnisun pun ikut berdendang.

Meski tak menampilkan satu pun karya ciptaan mereka, penampilan grup ini mampu menarik perhatian dan seolah membius penonton. Buktinya, pada beberapa lagu bertema cinta atau kemanusiaan seperti "Buku Ini Aku Pinjam", "Hatta", atau "Doa", penonton tetap antusias berdiri di bibir panggung. Bahkan beberapa kali Boedi Bongkar, sang vokalis, berusaha berkomunikasi dengan penontonnya.

''Oke, nanti semua permintaan lagu dari teman-teman akan kami mainkan,'' kata Boedi dari atas panggung. Beberapa kali pula Boedi harus meyakinkan penonton bahwa seluruh urutan lagu sudah ditata sedemikian rupa.

Permainan musik yang hampir mirip dengan aslinya, boleh jadi merupakan daya tarik mereka. Warna suara Boedi Bongkar yang mirip warna suara Iwan Fals mampu membawa efek tersendiri. Dengan olah vokal yang cukup baik, Boedi mampu melantunkan nada-nada tinggi seperti dalam lagu "Pesawat Tempur".

Penampilan grup band yang bermarkas di Jalan Satria Barat II/ 53 Semarang ini semakin terlihat mirip aslinya, karena iringan perkusi terdengar mewarnai lagu-lagu yang dibawakan.

Agung, Ripi, dan Erick yang diposisikan sebagai backing vokal juga mampu menunjukkan olah suara yang tak kalah bagus dari sang vokalis. Lagu "Doa" yang bernada tinggi pun mampu dinyanyikan dengan baik.

Beberapa kekurangan pada keyboard tampaknya juga mampu ditutup oleh permainan bas oleh Handoko, gebukan drum Eko, dan ritme-ritme gitar Dayat. Selama dua jam, permainan 25 lagu yang mereka bawakan membuat penonton bertepuk tangan.

''Kami memang sengaja membawakan lagu-lagu Iwan semirip mungkin dengan aslinya,'' kata Juniajas, manajer yang juga mantan vokalis Sangkala.

Kelompk musik yang lahir 11 tahun silam ini sengaja membawakan lagu-lagu karya Iwan Fals malam itu. "Kami berangkat dari kelompok pecinta musik Iwan Fals", ujar Juniajas.

Awalnya, jelas dia, kelompok ini hanya ajang nongkrong fans Iwan Fals. Pada akhirnya, mereka membentuk sebuah klub bernama Iwan Fals Fans Club, yang kemudian berkembang menjadi grup band. (nik-45k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA