logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Mei 2004 SEMARANG
Line

Tabrakan Karambol, Tiga Orang Tewas

  • Sopir Truk Engkel Melarikan Diri

TUGU- Kecelakaan karambol melibatkan tiga kendaraan berat terjadi di Jalan Raya Mangkang Km 15, tepatnya di depan bengkel las Prima Mangkang, Kamis (13/5) pagi.

Akibatnya, tiga orang tewas di tempat kejadian, sedangkan sopir truk melarikan diri. Sebab-sebab kejadian masih diselidiki petugas Unit Laka Satlantas Polwiltabes Semarang.

Tiga truk yang terlibat itu terdiri atas truk Mitsubishi D-8820-BM dikemudikan Ali Ista (55), warga Jalan Babakan, Ciparay, Gang H Zakaria RT 10 RW 1, Bandung; truk engkel Mitsubishi H-9439-HH dikemudikan Nurip (40), warga RT 22 RW 7, Desa Getas, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang; dan truk Mitsubishi K-1426-HB dikemudikan Suntari (48), warga Jalan Songocandi, RT 6 RW 1, Kudus.

Ketiga korban yang meninggal semua penumpang truk engkel yang memuat keranjang ayam pedaging. Mereka adalah Juminar (38), warga RT 2 RW 7, Kelurahan Podorejo Kecamatan Ngaliyan; Slamet Riyadi (28), warga RT 6 RW 2, Kampung Mangunharjo, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu; dan Supriyadi (30), warga RT 14 RW 3, Dukuh Cepis, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Jenazah ketiga korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSUP Dokter Kariadi. Para korban yang tewas karena luka parah di kepala dan perut akibat tergencet bodi truk yang ringsek. Hingga kemarin, polisi masih mencari sopir truk engkel, Nurip (40), warga Desa Getas, Kecamatan Bawang, Batang.

Diduga, Nurip melarikan diri setelah kejadian.

Sopir truk D-8820-BM, Ali Ista, menceritakan, peristiwa itu terjadi ketika dia hendak mengirim kapas dari Badung ke Semarang. Sekitar pukul 07.30, dia ditemani anaknya yang juga kernet, Udin (17), hendak membeli sarapan pagi. Ketika sampai di lokasi, dia memarkirkan truknya di bahu jalan.

"Saat itu, kebetulan saya melihat orang gila di seberang jalan yang telanjang bulat. Sembari hendak membeli sarapan dan minum, saya juga akan memberikan celana kepada orang gila itu agar dipakai," tuturnya kepada Suara Merdeka seusai kejadian.

Baru sekitar 10 menit, tiba-tiba dia mendengar suara "brak" dari arah truknya. Ternyata truk engkel H-9439-HH menbrak truknya dari belakang. Di belakang truk engkel itu, muncul truk K-1426-HB. Truk yang mengangkut barang-barang kelontong itu sudah berusaha mengindar ke kanan jalan.

"Melihat kejadian itu, dia bersama sejumlah warga berusaha menolong para korban yang tergencet bodi truk yang ringsek. Namun, tiga penumpangnya sudah meninggal.

Sopir truk K-1426-HB, Suntari (48), menolak jika dikatakan tidak waspada dalam mengemudikan truk. Dia merasa tidak mengantuk saat truknya sampai di lokasi kejadian. Dia mengaku kaget ketika truk engkel yang melaju searah di depannya itu tiba-tiba berhenti mendadak.

"Jarak antara truk saya dan truk engkel itu sangat dekat. Meski saya sudah berusaha mengerem, truk tidak bisa berhenti segera. Kemudi truk saya banting ke kiri jalan (trotoar)," ujar Suntari.

Kasatlantas AKBP Imam Basuki didampingi Kanit Laka Iptu Tekun Rudiyanto ketika dimintai konfirmasi tentang kasus tersebut mengemukakan, pihaknya masih mencari sopir truk engkel tersebut. Hal itu penting untuk mengungkap sebab-sebab kecelakaan tadi.

Hasil pemeriksaan sementara, ujar dia, sebagai tersangka adalah pengemudi truk K-1426-HB, Suntari. Diduga, Suntari kurang waspada dalam mengendalikan truk hingga menyebabkan tabrakan. Untuk sementara, pihaknya belum mengetahui sebab-sebab truk engkel itu berhenti mendadak. "Karena itu, kami akan terus mencari sopir engkel. Identitas sudah kami ketahui. Setelah sopir engkel ditemukan, baru akan diketahui asal mula kecelakaan terjadi," ujar Kasat Lantas. (G5-45j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA