logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Mei 2004 KEDU & DIY
Line

Ujian Bahasa Inggris Lancar

  • Sudah Disiapkan sejak Lama

MAGELANG- Ujian listening bahasa Inggris di SMA, MA, SMK negeri dan swasta di Kota Magelang lancar. ''Tak ada kendala berarti, karena peralatan sudah disiapkan sejak lama. Siswa juga sudah sering diberi latihan,'' tutur Kepala Dinas Pendidikan Sri Yudoko SH, Selasa (11/5).

Ditemui saat mendampingi Wali Kota H Fahriyanto meninjau ujian akhir nasional di SMK 45, dia menyatakan setiap kelas di sekolah negeri sudah dipasangi pengeras suara. Jadi pemutaran kaset untuk ujian listening dilakukan secara terpusat.

Beberapa sekolah swasta, kata Kepala Subdinas Tata Usaha Dinas Pendidikan Drs Hari Riyadi, juga sudah memasang pengeras suara di setiap kelas. Misalnya, SMK 45. ''Khusus sekolah swasta yang belum bisa memiliki peralatan itu, guru membawa tape recorder yang diputar di setiap kelas.''

Sugiyanto SPd, Kepala SMK 45, mengemukakan ujian listening bahasa Inggris di SMK sudah berlangsung dua tahun.

Setiap peserta diberi gambar dan soal disampaikan dengan bahasa Inggris melalui kaset. Siswa diminta menceritakan gambar itu dan menjawab di kertas ujian.

Apakah soal ujian itu mudah? ''Sepertinya mudah. Terbukti, peserta ujian tenang-tenang saja. Artinya, mereka bisa mengerjakan,'' kata dia.

Selain SMK 45, lokasi ujian akhir nasional yang ditinjau Wali Kota adalah SMK Negeri 3 dan SMA Negeri 4. Berbeda dari bupati/wali kota daerah lain yang meninjau ujian dengan masuk kelas, H Fahriyanto cukup menemui para guru.

Takut

''Kalau masuk kelas saya takut peserta ujian gugup, kemudian tidak bisa menjawab soal. Kasihan kan. Lebih baik bertemu para guru dan melihat mereka dari jauh,'' tutur dia.

Berdasar pengecekan ke tiga sekolah itu diketahui semua siswa bisa mengerjakan soal ujian dengan baik.

Dia berharap tak satu pun siswa SMA, MA, SMK, dan SMP negeri dan swasta tidak lulus. ''Semua peserta harus berhasil, sehingga tak perlu ujian ulangan. Itu bukti kualitas pendidikan di kota ini baik.''

Dia menyambut baik langkah Kepala SMK 45, yang hingga kini belum mengumumkan ke para siswa tentang ujian ulangan. Itu untuk memotivasi siswa agar belajar dengan tekun sehingga lulus. Jadi tidak menggantungkan diri pada kemungkinan ada ujian ulangan.

Biaya ujian ulangan, kata dia, bagaimanapun harus disiapkan. ''Saya berharap semua lulus. Namun kalau ada yang harus mengulang, dana sudah siap. Termasuk, biaya membawa jawaban ujian ke Semarang. Membawa banyak atau sedikit biaya tetap sama,'' ujar dia.

Peserta ujian akhir nasional SMA negeri 1.233 siswa, SMA swasta 764, SMA luar biasa swasta lima, MA negeri 304, MA swasta 43, SMK negeri 931, dan SMK swasta 2.144. (P60-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA