| Jumat, 14 Mei 2004 | EKONOMI |
Harga Naik, Petani Sulit Dapat PupukPURWOKERTO - Petani di wilayah eks Karesidenan Banyumas kesulitan mendapatkan pupuk jenis Urea, SP-36, dan KCL. Padahal pupuk itu sangat dibutuhkan saat tanaman padi sudah berusia satu bulan. ''Pupuk menghilang, harganya juga mahal,'' kata Kardiman, petani dari Susukan, Banjarnegara, kemarin. Keluhan serupa juga diungkapkan Sarkim dari Sidamulya, Kemranjen, Banyumas. ''Sekarang harga pupuk Urea Rp 62.000/sak. Itu saja sulit mencarinya,'' katanya. Harga dasar Urea sebenarnya Rp 51.000/sak, SP-36 (Rp 67.800), KCL (Rp 85.000). Selama ini petani tidak bisa menikmati harga dasar karena pedagang selalu mengatakan, harga tebus pupuk itu sudah mahal. Petani dari Margasana, Kecamatan Jatilawang bahkan sudah seminggu ini tidak bisa menemukan pupuk di tempat penjualan. Koperasi yang selama ini melayani kebutuhan petani pun kehabisan stok. Kelangkaan pupuk itu menurut penuturan Presidium Asosiasi Perberasan Banyumas (APB), yakni Bambang Riyadi, Suyatmo, Windu, dan Widodo, akan berdampak negatif pada hasil produksi padi tahun ini. ''Kalau tidak dipupuk, hasilnya pasti jelek dan banyak beras yang jadi menir,'' kata Ir Bambang Riyadi.(in,G23-82n) |