| Jumat, 14 Mei 2004 | BUDAYA |
Indosiar, Hari Ini Pukul 22.00Fantasi tentang Makhluk RaksasaHOLLYWOOD memang tak pernah kehabisan bahan untuk berkhayal. Apalagi kemajuan teknologi special effect sekarang ini memungkinkan para sineas untuk memvisualisasikan apa pun khayalan mereka, termasuk fantasi tentang makhluk raksasa. Sejak gorila raksasa mengamuk di New York dalam film Kingkong tahun 70-an, makhluk-makhluk berukuran super jumbo silih berganti muncul di layar bioskop. Salah satunya adalah laba-laba raksasa dalam film Spiders (2000) garapan sutradara Gary Jones, yang akan ditayangkan Indosiar, Jumat (14/5), pukul 22.00. Sayang, jam tayang film yang membidik audience anak-anak dan remaja ini terlalu malam. Meski menyajikan pesawat antariksa dan eksperimen biologi, film ini tidak termasuk kategori fiksi ilmiah. Spiders hanyalah kisah fantasi yang mencoba menjual unsur ketegangan. Spekulasi mengenai dugaan pemerintah Amerika telah menyembunyikan sesuatu berkaitan dengan makhluk asing hanyalah bumbu penyedap untuk lebih menghidupkan cerita. Cerita diawali dari sebuah pesawat ulang alik yang sedang mengorbit bumi. Para astronot di pesawat itu dikisahkan sedang melakukan eksperimen biologi terhadap laba-laba bernama Mother-in-Law. Tanpa diduga, terjadi serangan solar dari matahari yang menyebabkan serangga kecil itu terlepas dan menggigit seluruh awak pesawat hingga tewas. Sebelum tewas, kapten pesawat ulang alik itu memberitahu pengendali misi di Houston. Pengendali misi pun kemudian merahasiakan bencana tersebut dan hanya mengumumkan bahwa pesawat ulang-alik mengalami kecelakaan dan terbakar ketika memasuki atmosfer bumi. Pesawat ulang alik tersebut memang jatuh ke bumi namun tidak terbakar habis. Marci (Lana Parrilla), seorang reporter muda dari sebuah koran kampus, tidak percaya dengan penjelasan resmi pemerintah. Gadis yang terobsesi dengan teori konspirasi dan makhluk asing itu kemudian melakukan penyelidikan bersama dua temannya. Ternyata dugaannya benar. Bahkan, dia menyaksikan langsung pesawat ulang alik itu jatuh di sebuah tanah lapang. Laba-laba yang menjadi objek eksperimen biologi telah mengalami mutasi dan ukurannya membengkak jutaan kali lipat. Makhluk raksasa itu pun menjadi pemangsa yang menakutkan. Korban berjatuhan dan terperangkap dalam jaring Mother-In Law. Bukan hanya dimangsa, korban juga dijadikan tempat penetasan telur laba-laba raksasa tersebut.(Hart-63) |