logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Mei 2004 BUDAYA
Line

Slank Rilis Album Road to Peace

JAKARTA - Bukan Slank namanya kalau tidak melakukan hal-hal yang nyeleneh. Lihat saja ketika grup musik rock asal Gang Potlot itu, Kamis (13/5) siang, meluncurkan album baru. Bukannya di hotel berbintang atau kafe, mereka memilih melakukannya di jalanan sambil naik vespa keliling Jakarta.

Dalam Album bertitel Road to Peace, yang merupakan album ke-12, Slank masih mengumandangkan seruan perdamaian. Kamis, sekitar pukul 10.30 WIB, seluruh personel Slank naik vespa keliling kota untuk meluncurkan album tersebut.

Lebih dari 30 skuter menyusuri jalanan dari kawasan Senayan menuju Museum Nasional (Museum Gajah) di Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Para personel Slank, Ridho, Ivan dan Abdee mengendarai vespa masing-masing. Sedangkan Kaka, sang vokalis, tampak diboncengi oleh salah satu kru Slank.

"Gue nggak bisa naik Vespa. Jadi gue milih diboncengin saja," kata pria berkulit gelap itu.

Mengapa memilih skuter, bukan motor trail? "Vespa lebih cute (manis). Yang minta motor trail itu Abdi. Gue sih nggak bisa," katanya sambil tertawa.

Acara peluncuran album itu diawali konvoi bertajuk "Peace Movement" oleh para personil Slank, tanpa kehadiran drummer Bimbim yang sedang sakit.

Konvoi yang didukung Klub Vespa itu bergerak dari Lapangan Golf Senayan mulai pukul 10.30 dan tiba di Museum Gajah pada pukul 11.30 WIB.

Di tempat itu, Slank yang datang bersama 10 bidadari cantik melepaskan burung-burung merpati sebagai tanda perdamaian.

''Jangan lagi ada peperangan. Hidup perdamaian. Piss,'' teriak para personel Slank.

Tolak Narkoba

Di Meseum Gajah, Kaka dan kawan-kawan disambut tiga tokoh nasional yang peduli dengan perdamaian.

Mereka antara lain Ketua Palang Merah Indonesia Mar'ie Muhamamad, budayawan Putu Wijaya, dan anggota Komisi Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Saparinah Sadli.

Putu Wijaya, yang mewakili para tokoh, menyatakan salut kepada Slank karena kegigihan mereka mengkampanyekan perdamaian dan sikap mereka sebagai generasi penerus bangsa.

"Kelompok musik ini sangat membanggakan karena mereka bisa menolak narkoba," kata Putu.(ant,G20-63)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA