SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Selasa, 11 Mei 2004

- Seperti yang sebelumnya banyak diperkirakan, komplikasi di seputar pencalonan wakil presiden dari kalangan petinggi PBNU akhirnya benar-benar tak terhindarkan. KH Hasyim Muzadi yang digaet Megawati Soekarnoputri, didesak mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PBNU. Hal yang sama, nantinya juga akan diberlakukan terhadap Salahuddin Wahid yang dipinang capres Partai Golkar, Wiranto. Pencalonan Cak Hasyim dinilai melanggar fatsun politik NU, yakni harus didukung mayoritas ulama.

- Paling tidak sudah ada empat pasang calon presiden dan wakil presiden yang memastikan diri bakal maju dalam pemilihan presiden tanggal 5 Juli mendatang. Mereka adalah Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi, Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, Amien Rais-Siswono Yudo Husodo, dan Wiranto-Salahuddin Wahid. Masih ditunggu bagaimana kelanjutan pencapresan Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid yang terganjal persyaratan kesehatan...

Menggugat Nalar Demokrasi
Oleh: Aminullah Yunus

MUNCULNYA figur-figur berlatar belakang militer di bursa kandidat presiden-wakil presiden, menimbulkan polemik demokrasi yang cukup serius. Satu sisi, kelompok-kelompok prodemokrasi secara gegabah menganggap bahwa kekuatan militer tidak memberi ruang bagi terbukanya iklim demokrasi yang baik.

Mengikis Rasialisme Anti-Tionghoa
Oleh: Sumanto Al Qurtuby

PADA13 Mei 2004, saya diundang oleh Pusat Analisis Ketahanan dan Kepatriotan Indonesia (Patria) Jakarta dalam sebuah acara bertajuk "Dialog Kebangsaan Nasionalisme WNI Etnis Tionghoa". Selain saya, juga tampil KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu, Kwik Kian Gie, dan Prof. Said Aqiel Siradj.

Musibah yang dialami jamaah haji tahun 2004 kloter 50, masih belum dijawab pihak berkompeten. Waktu itu 2 Maret 2004 pukul 12.30 Wib saat tiba di Donohudan Solo ada penjarahan atas barang dan oleh-oleh sampai tas jinjing milik jamaah haji Kloter 50. Semuanya hilang.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA