| Selasa, 11 Mei 2004 | PEMILU 2004 |
Duet Tutut dan Zainuddin BatalJAKARTA - Pasangan capres-cawapres, Siti Hardiyanti Hastuti (Tutut) Indra Rukmana dan KH Zainuddin MZ yang akhir pekan lalu muncul, ternyata tidak menjadi kenyataan. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) yang semula mencalonkan Tutut membatalkan rencana tersebut. Demikian juga dilakukan DPP Partai Bintang Reformasi. Melalui rapat pleno DPP PBR kemarin diputuskan tidak mencalonkan KH Zainuddin MZ sebagai cawapres mendampingi Tutut. Kepada wartawan di DPP PKPB kemarin, Sekjen PKPB Ary Mardjono menjelaskan pihaknya telah memutuskan tidak jadi mencalonkan putri sulung mantan presiden RI HM Soeharto tersebut dengan pertimbangan saksama. ''Di antaranya adalah perolehan suara kami pada pemilu lalu yang tidak signifikan untuk mencalonkan seorang capres. Ketentuan tiga persen itu tidak berhasil kami capai,'' katanya. Soal apakah itu juga berkaitan dengan sakitnya Pak Harto atau tidak adanya restu, Ary menyatakan bukan itu yang menjadi pertimbangan partai. Sebab jauh-jauh hari Pak Harto sudah menyerahkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pencalonan presiden kepada Tutut secara pribadi. Soal apakah PKPB masih berupaya mencalonkan Tutut untuk Pemilu 2009, Ary mengatakan tidak tertutup kemungkinan untuk itu. ''Namun kami kini fokus untuk berupaya meningkatkan konsolidasi. Ini yang harus dilakukan untuk memperkokoh langkah kami ke depan.'' Hasil Rapat Sementara itu, DPP Partai Bintang Reformasi kemarin menggelar rapat pleno seputar pencalonan KH Zainuddin MZ. Dalam konferensi pers seusai rapat tersebut, DPP PBR akhirnya memutuskan untuk tidak mengajukan Zainuddin. ''Dalam rapat pleno kami mendapat berbagai masukan. Setelah kami bahas berbagai masukan tersebut kami mempertimbangkan bahwa koalisi antara PBR dan PKPB melalui duet capres dan cawapresnya tidak cukup memenuhi syarat kuantitas untuk memasuki pasar politik pencalonan presiden,'' kata Ketua DPP PBR, Bursah Zarnubi. Zarnubi yang didampingi pengurus DPP, Miqdad Husein dan Andang Bahran, menyatakan koalisi mendukung Tutut-Zainuddin menurut rencana didukung oleh sepuluh parpol peserta pemilu yang perolehan suaranya sedikit. ''Namun pada proses selanjutnya ternyata hanya partai kami, PKPB, dan Patriot Pancasila yang solid,'' tambah Bursah. Dia menuturkan, PBR akan aktif menjajaki kemungkinan koalisi dengan empat pasangan capres-cawapres yang ada. Karena itu telah dibentuk empat tim lobi agar dalam waktu dekat PBR bisa memutuskan sikap politiknya dalam pemilihan presiden. Sebelumnya, hingga pukul 13.00 WIB kemarin, beredar SMS yang berisi undangan untuk menghadiri deklarasi pasangan Tutut dan Zainuddin MZ. Dalam SMS yang sebagian besar diterima wartawan tersebut, tertulis 'dari DPP PBR'. Akibatnya, banyak wartawan dan masyarakat yang mendatangi gedung pertemuan Sasono Utomo di TMII. Ternyata hingga sore gedung pertemuan terbesar di komplek TMII tersebut tetap sepi. (F4-87i) |