logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 Mei 2004 PEMILU 2004
Line

Cawapres NU Sebaiknya Mundur dari Kepengurusan

SEJUMLAH calon presiden dan wakil presiden berlomba-lomba mendekati kader NU. Rebutan tersebut membuat kader organisasi massa terbesar tersebut terancam pecah. Bahkan perilaku para elitnya memperlihatkan hal itu. Bagaimana agar perpecahan tidak terjadi dan solusi apa yang bakal dilakukan? Berikut wawancara dengan Plh Ketua GP Ansor DIY Sidiq Pramono yang meminta agar cawapres dari NU yang masih di kepengurusan mundur atau nonaktif dari organisasi massa Islam terbesar tersebut.

Kader NU dilirik oleh banyak calon presiden?

GP Ansor DIY merasa bangga dengan banyaknya kader NU yang dipinang oleh sejumlah tokoh untuk menduduki jabatan penting, calon wakil presiden. Hal itu menunjukkan ada kepercayaan dari partai politik yang ada mengenai kualitas kader NU.

Tidak akan menimbulkan dampak negatif?

Di balik itu memang ada rasa was-was juga karena bagaimanapun juga akan berimbas sampai ke bawah. Kami berusaha agar bangunan struktural dan sosial yang ada di tubuh organisasi ini tidak terganggu dengan pencalonan kader-kader NU. Karenanya, GP Ansor berharap agar imbas yang kemungkinan muncul tidak sampai merusak jaringan sampai ke tingkat paling bawah.

Bagaimana menghilangkan kekhawatiran itu?

Menghindari munculnya imbas tersebut, kami minta dengan sangat para tokoh NU yang duduk dalam struktur organisasi untuk secara legawa mundur atau nonaktif dari organisasi NU. Dari pengalaman pemilu legislatif dan DPD yang baru saja berlangsung, masing-masing kader NU yang terlibat di dalamnya membentuk tim sukses dan bersaing secara ketat antarsesama kader. Dari sanalah bisa terlihat kemungkinan munculnya dampak yang bisa jadi tidak kami inginkan.

Tapi aturan organisasi bagaimana?

Memang tidak ada aturan yang melarang seseorang yang mencalonkan diri sebagai capres maupun cawapres harus keluar dari NU tetapi etika organisasi harus tetap dijaga.

Ada kecenderungan perpecahan?

Kemungkinan pecah memang ada karena kita lihat sudah ada sejumlah elite NU yang memperlihatkan indikasi ke sana. Namun kami yakin kader NU dari tingkat paling bawah sampai atas sudah cukup dewasa menyikapi pemilihan capres dan cawapres yang melibatkan sosk-sosok dari kalangan nahdliyin.

Sikap GP Ansor mengenai calon-calon pemimpin bangsa?

GP Ansor sampai sekarang belum menentukan sikap mengenai pemilihan capres dan cawapres. Kemungkinan dalam waktu dekat atau paling lambat menjelang Pemilu Presiden 5 Juli mendatang, kami akan menggelar pertemuan tingkat nasional. Pertemuan akan membahas persoalan tersebut. (Agung PW-83)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA