logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 Mei 2004 PANTURA
Line

Karyawan PT Pajitex Protes

KAJEN- Setelah beberapa waktu lalu menghentikan produksinya, perusahaan sarung palekat PT Pajitex di Desa Watusalam, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan diprotes oleh para karyawannya. Mereka menuntut kejelasan nasib setelah diistirahatkan dari pekerjaan.

Aksi protes dimulai sejak Minggu (9/5) lalu ketika puluhan karyawan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Karyawan Pajitex (FK2P) mendatangi direksi. Mereka menuntut agar perusahaan memberikan kejelasan kapan akan mulai beroperasi lagi.

Namun, direksi meminta agar tuntutan tersebut dibicarakan dulu dengan Serikat Pekerja Nasional (SPN) unit Pajitex. Dialog antara perwakilan FK2P dan SPN malah menjadi ajang kritik.

FK2P menilai, SPN yang dahulu bernama Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit (SPTSK) telah menjadi corong pengusaha dan selalu mengedepankan kepentingan pengusaha. "Kami heran, kenapa ketika menejemen merumahkan pekerja dan pembayaran upah tidak tepat waktu, SPN mendiamkan saja masalah tersebut," ungkap Masykuri, salah seorang perwakilan FK2P.

Dia juga menyesalkan SPN yang tetap saja diam ketika perusahaan menghentikan operasinya tanpa ada kepastian terhadap nasib para karyawannya. "Seharusnya, SPN sebagai jembatan aspirasi karyawan mempertanyakan masalah itu," tegasnya.

FK2P menuntut kepada SPN agar ikut memperjuangkan nasib karyawan dan meminta kejelasan kapan PT Pajitex akan beroperasi lagi. "Kami menginginkan bisa bekerja seperti sediakala," ujar Lazim, wakil FK2P yang lain.

Mendapat berbagai kritikan tersebut, Ketua SPN unit PT Pajitex Mustazab berjanji akan memperjuangkan tuntutan para karyawan. Dia juga berterima kasih atas kritik dari FK2P. "Semua kritik itu adalah modal bagi SPN untuk terus memperjuangkan nasib pekerja," katanya.

Dipenuhi

Protes dari para karyawan kembali disuarakan dalam dialog dengan perusahaan yang digelar pada Senin (10/5) kemarin. Setelah melalui dialog dan adu argumen, tuntutan para karyawan kemudian dipenuhi.

Kasi Hubungan Ketenagakerjaan Abdul Kholik SH didampingi stafnya, Djoko Sunansari SH, yang memfasilitasi dialog tersebut mengaku lega karena pada akhirnya perusahaan dan karyawan mencapai titik temu.

Perusahaan yang diwakili bagian personalia Rohmad berjanji pada 13 Mei akan mulai memanggil beberapa karyawannya untuk mulai kembali bekerja.

"Secara bertahap, selama dua bulan perusahaan akan memanggil semua karyawan sebab kondisi keuangan perusahaan sudah membaik," ujar Abdul Kholik.

Sebelumnya PT Pajitex, jelas dia, memang telah merumahkan 1.270-an karyawannya sebulan karena kesulitan modal untuk produksi terhitung mulai April. (G16-20j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA