| Selasa, 11 Mei 2004 | PANTURA |
Pemilik Toko Todongkan Pistol ke PremanPEMALANG - Pemilik toko besi Indo Jaya terpaksa menodongkan pistol kepada Waud (35), seorang premanm, karena memaksa minta uang. Preman kampung itu memang sering minta uang kepadanya. Penodongan itu dia lakukan dengan maksud agar Waud jera dan tidak mengulangi lagi perbuatannya. "Sebenarnya saya hanya memperlihatkan pistol saja yang maksudnya hanya untuk menakut-nakuti," kata pemilik toko Indo Jaya, Himawan Wijaya alias Boi (31) kepada wartawan, Minggu (9/5) lalu. Dia menceritakan, Waud sering minta uang kepadanya. Setiap kali bertandang ke tokonya, lelaki pengangguran itu selalu diberi uang Rp 2.000. Belum lama ini Waud datang lagi ke tokonya dalam keadaan mabuk berat. Dalam keadaan teler ia menghardik dan meminta jatah seperti biasanya. Pada saat itu Boi merasa kesal terhadap tingkah bekas penggali pasir bangunan itu. Lalu Boi pun mengeluarkan pistol sungguhan. Melihat itu si preman lari tunggang langgang menjauhi toko besi yang ada di Pagaran itu. Boi membantah kalau dikatakan menodongkan pistol ke kepala Waud. Karena pistol kaliber 2,2 miliknya hanya diperlihatkan untuk menakut-nakuti. Senjata api itu sudah memiliki izin dengan Nopol SIPSK 16816.111/2004. Selain sebagai pedagang, dia mengaku sebagai agen pistol jenis hunter buatan Bulgaria. Harganya sekitar Rp 35 juta. Membela Diri Sementara itu Waud menuturkan, pada saat itu dia memang mabuk. Namun maksudnya hanya menghardik ketika berada di toko Indo Jaya. Bukan mau minta uang. Yang dia sesalkan, Boi tiba-tiba menodongkan pistolnya. Anggota LSM Pusat Advokasi Hak Azasi Manusia (PAHAM) Anggoro Adi Atmaja SH mengatakan, aksi memperlihatkan pistol kepada orang lain bisa jadi sebagai tindakan membela diri. Namun yang patut dipertanyakan, kenapa hanya kepada preman kampung sampai mengeluarkan senjata api? Kapolres AKBP Drs Moechgiyarto melalui Kaur Reskrim Iptu Suwarno mengatakan,
peristiwa itu belum ada yang melaporkan kepada pihaknya sehingga Reskrim
belum menanganinya hingga kemarin, walapun kejadiannya sudah cukup lama,
yaitu 30 April lalu. (sf-20n)
|