| Selasa, 11 Mei 2004 | WACANA |
Tajuk RencanaTampilnya Pemimpin-pemimpin Terbaik Bangsa- Paling tidak sudah ada empat pasang calon presiden dan wakil presiden yang memastikan diri bakal maju dalam pemilihan presiden tanggal 5 Juli mendatang. Mereka adalah Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi, Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, Amien Rais-Siswono Yudo Husodo, dan Wiranto-Salahuddin Wahid. Masih ditunggu bagaimana kelanjutan pencapresan Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid yang terganjal persyaratan kesehatan dan juga pencalonan Ketua Umum PPP Hamzah Haz yang belum diketahui dengan siapa berpasangan. Namun dari empat pasang calon yang pasti di atas kita merasa ikut berbangga karena pada akhirnya tampil pemimpin-pemimpin dan kader-kader terbaik bangsa ini. - Begitu alot dan panjang proses menuju pembentukan pasangan calon presiden dan wakil presiden itu dapatlah dimaklumi. Ini baru kali pertama terjadi, pemilihan presiden akan dilakukan secara langsung. Bagaimana komposisi pasangan sangatlah menentukan selling point atau kekuatannya. Semula yang ditunggu adalah hasil perolehan suara pada pemilu legislatif tanggal 5 April. Setelah hasilnya diketahui barulah proses penjajakan dalam membentuk pasangan capres dan cawapres makin intensif. Cukup rumit tampaknya karena tentu banyak hal yang harus dimasukkan dalam kalkulasi. Bukan sekadar dukungan dari partai politik. Koalisi parpol penting, namun figur akan jauh lebih penting mengingat yang akan dipilih adalah orang bukan lagi partai. - Tanpa bermaksud mengurangi penghargaan kepada yang lain, empat pasangan capres dan cawapres di atas tampaknya cukup ideal. Dalam arti, saat ini merekalah aset-aset terbaik yang kita miliki dan layak maju sebagai calon presiden dan wakil presiden. Kemunculan tokoh-tokoh itu tidaklah tiba-tiba. Masing-masing telah melalui proses panjang dan teruji kendati berbeda latar belakangnya. Ada yang guru besar ada pula jenderal purnawirawan. Ada pengusaha dan ada pula pemimpin partai politik maupun organisasi sosial keagamaan. Dalam strata yang tidak sama. Dalam bidang serta ruang lingkup yang berbeda, namun masing-masing adalah pemimpin. Kader terbaik yang diharapkan mempunyai komitmen kebangsaan di samping kapabilitas. - Duet SBY-Jusuf Kalla yang kali pertama tampil. Pasangan yang dianggap cukup potensial. Walaupun Partai Demokrat masih relatif kecil namun membuat kejutan pada pemilu legislatif. Dan kemunculan SBY menjadi salah satu ikon baru serta memiliki popularitas tinggi. Terbukti dari hasil polling yang dilakukan berbagai media atau lembaga survei. Jusuf Kalla sebagai pasangan dianggap mampu membentuk sinergi. Ia adalah tokoh luar Jawa terutama Indonesia Timur, pengurus Partai Golkar dan pengusaha sukses yang berpengalaman di birokrasi pemerintahan. Keduanya sama-sama menjabat menko pada pemerintahan Megawati. Tidak kalah dengan itu adalah pasangan Megawati-Hasyim Muzadi. Presiden Megawati, terlepas dari berbagai kekurangannya, telah mampu membawa kestabilan ekonomi. - Pemimpin yang tak banyak bicara namun berusaha bersih kendati mengaku belum mampu memberantas KKN. Konon banyak orang kecewa terhadap PDI-P namun tidak pada Megawati. Pasangannya KH Hasyim Muzadi adalah Ketua Umum PBNU, organisasi massa Islam terbesar di negeri ini. Walaupun masih menyisakan pertanyaan, seberapa besar warga nahdliyin yang akan berhasil digaet suaranya, namun visi kebangsaan seorang Hasyim tak diragukan. Bagaimana dengan Amien Rais-Siswono? Orang berharap banyak dari duet yang satu ini. Masih mengusung ''perkawinan'' agamis dan nasionalis seperti lainnya, pasangan ini tergolong intelek dan terdidik. Juga tokoh yang dikenal reformis dan bersih. Pasangan yang diharapkan bisa saling melengkapi untuk membawa kemajuan politik dan ekonomi. - Lain halnya duet Wiranto-Salahuddin Wahid. Mereka memiliki mesin politik yang relatif paling andal, yakni Partai Golkar sebagai pemenang Pemilu 2004. Calon dari militer masih dipandang secara dikotomis. Di satu sisi ada semangat penolakan namun di sisi lain justru ada keinginan dan harapan tentang kestabilan negeri ini. Sementara itu, apabila Gus Sholah sudah sepenuhnya didukung PKB maka duet ini secara teoretis bisa memperoleh dukungan relatif paling besar. Kita tak ingin memprediksi hasil, karena itu sangatlah sulit. Yang jelas masyarakat pemilih akan makin cerdas dan rasional dalam memilih. Paling tidak itulah harapan kita semua. Alangkah baiknya bila pasangan itu juga sudah mengumumkan komposisi kabinetnya sehingga makin menambah dasar pertimbangan dalam memilih. |