logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 Mei 2004 NASIONAL
Line

Penetapan Ketua Komisi E Gagal

  • Ada Skenario Penggagalan

SEMARANG-Jabatan ketua dan sekretaris Komisi E DPRD Jateng masih kosong. Kemarin, rapat komisi itu yang beragenda tunggal membahas pengisian jabatan kembali gagal digelar. Ketua Komisi E semula diisi oleh Ali Hanan Fattah yang terkena recall, dan jabatan sekretaris telah kosong sekitar dua tahun.

Gagalnya rapat tersebut, karena rapat dihadiri kurang dari separo jumlah anggota Komisi E yang totalnya 18 orang. Selain itu, satu-satunya pimpinan Komisi E, yakni Wakil Ketua Ahmad Darodji, tidak hadir dalam rapat itu.

Pada 20 April lalu Komisi E yang diberi kesempatan pimpinan rapat paripurna untuk membahas pengisian jabatan ketua itu gagal memutuskan siapa yang bakal duduk sebagai ketua dan sekretaris.

Dalam rapat tersebut, pimpinan Komisi E juga tidak hadir. Padahal, sesuai dengan ketentuan, pembahasan ketua dan sekretaris komisi harus diikuti oleh pimpinan komisi. Wakil Ketua Ahmad Darodji kala itu juga tidak hadir dengan alasan mengikuti konvensi capres Partai Golkar.

Anggota Komisi E Drs Fadlun Haryanto mengungkapkan, kegagalan rapat tersebut disebabkan oleh ketidakhadiran wakil ketua komisi. Menurut informasi, Ahmad Darodji sedang di luar kota untuk kepentingan pemilihan presiden.

''Dia sedang di luar kota. Teman-teman tadi mendapat pesan lewat SMS yang berisi dia saat ini tidak bisa mengikuti rapat di Semarang,'' katanya. Anggota Dewan dari PPP itu mengemukakan kekecewaannya atas kegagalan rapat tersebut. Apalagi, lanjutnya, agenda rapat itu atas usulan Darodji.

Sementara itu, anggota DPRD Jateng dari PKB Abdul Kadir Karding menyatakan, bisa memahami kegagalan penentuan posisi pimpinan komisi itu untuk kali kedua. Hanya dia menegaskan, pihaknya akan mengambil sikap lain bila terjadi penggagalan rapat untuk kali ketiga. "Kalau rapat pembahasan ini sampai gagal untuk kali ketiga, mau tidak mau kami akan berpikir bahwa ada skenario untuk menghambat pergantian ini," terangnya.

Seperti diberitakan, untuk menggantikan Ali Hanan Fattah, PKB mengusulkan Saiful Bahri. Sedangkan PDI-P mengusulkan Sutiyono sebagai sekretaris Komisi E yang telah kosong sekitar dua tahun. Terakhir, jabatan sekretaris dijabat alm Djoko Sengkono yang diangkat sebagai ketua FPDI-P.

Lebih lanjut Kadir menyatakan, hal itu supaya partai lain tidak mencoba melakukan langkah pengganjalan pergantian tersebut. Menurut pendapat dia, kursi ketua komisi itu merupakan hak dari PKB. Bahkan, dia mengingatkan akan melakukan langkah-langkah politis di Dewan, bila kepentingan partainya di-recoki yang lain.

"Kami tidak akan tinggal diam bila hak partai kami diganggu. Kami akan lakukan langkah-langkah politis jika sampai ada partai yang melakukan langkah-langkah tersebut. Tunggu saja tanggal mainnya," ujar dia.

Ahmad Darodji ketika dikonfirmasi mengungkapkan, saat itu sedang berada di Surabaya karena kepentingan menghadapi pilpres. Karena itu, dia tidak bisa mengikuti agenda rapat tersebut. Dia berjanji akan berusaha untuk menghadiri rapat yang akan digelar kembali pada Kamis mendatang.

''Rapat ini kan baru kali pertama gagal. Jadi masih ada kesempatan,'' katanya. Bukankah itu untuk kali kedua? ''Tidak ini rapat yang pertama,'' tuturnya. (G1-69t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA