logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 Mei 2004 NASIONAL
Line

Daya Sihir Gladiator AFI


HIBUR PANGLIMA: Tarian padang pasir Cleopatra (Rini) menghibur Panglima (Smile) dan Patih (Ari Tulang) dalam konser "Menuju Bintang" AFI 1bertajuk Gladiator di Krakatau Ballroom Hotel Horison Semarang, semalam. (79)

MEMASUKI pukul 19.00 semalam, tepuk tangan bergemuruh dari para penonton ''Konser Menuju Bintang'' di Krakatau Ballroom Hotel Horison Semarang. Jeritan histeris hampir di setiap tempat duduk mengiringi tampilnya para ''tentara Romawi dan pasukan barbar di panggung''. Adegan peperangan kedua kubu yang diiringi tap dance bergaya Skotlandia itu membuka seluruh sajian operet AFI bertemakan ''Gladiator'' yang ditayangkan live oleh Indosiar.

Setelah pembukaan itu, ruang konser seolah-olah menjadi tempat bergembira bersama. Sekitar dua jam, penonton terpuaskan lewat operet yang berisi parodi mengenai tokoh-tokoh yang sudah akrab di kalangan penonton melalui tayangan televisi sebelumnya. Semalam, tema operet adalah gladiator atau para pendekar tangguh pada zaman imperium Romawi.

Tetapi di panggung, tak cuma para gladiator, kaisar, dan permaisuri, serta panglima perang Romawi yang tampil. Ada juga tokoh lain yang mewarnai parodi operetnya, yaitu munculnya tokoh-tokoh, seperti Flinstone, Superman, Michael Jackson, F4, dan Charlie's Angels. Bahkan sosok punggawa khas kerajaan di Jawa dengan pasukan berkudanya pun ditampilkan.

Tontonan itu menjadi semakin istimewa karena yang menjadi pelaku adalah para akademia dari AFI 1, plus bintang tamu, seperti Harry Roesli (memerankan Kaisar), Tri Utami (pemeran permaisuri dengan tetap berbusana muslim), Ari Tulang (pemeran Patih Romawi), dan Yati Pesek (Penjual Jamu).

Lihat saja Mawar yang berperan sebagai Putri Kipas, Dicky (Flinstone), Romi (Superman), Kia (Michael Jackson), Rini (Cleopatra), trio Hera, Yeni, Lastmi (Charlie Angels), dan kuartet Veri, Kia, Romi, Dicky (F4). Dan sebagai puncak, Veri tampil sebagai Pendekar Jaran Kepang. Sebutan-sebutan untuk mengakrabkan dengan penonton pun sering diucapkan Ari Tulang, si Patih seperti Superromi, Dickystone, atau Cleorini.

Cerita Sederhana

Cerita yang dikemas dalam acara itu sebenarnya sangat sederhana. Kaisar Romawi berhasil kembali ke tahtanya atas jasa Panglima Romawi (diperankan Smile). Keberhasilan itu dirayakan dengan pesta pora. Pada pesta itu, Smile, sang panglima menyanyikan lagu puja puji bagi kaisar dengan judul ''Radja'' milik /rif. Kaisar membalasnya dengan lagu ''Terima Kasihku'' kepunyaan Jamrud. Tak ketinggalan pula Icha yang berperan sebagai dayang-dayang bersama Rini, Ve, Hera, dan Lastmi, mendendangkan lagu dangdut ''Cik Cik Bum''. Parodi itu banyak mengundang tawa penonton, seperti ketika Kia yang memerankan algojo menyanyikan lagu ''Bento'' Iwan Fals. Dianggap menyindir kaisar, dia dihukum dengan dimasukkan ke kandang singa. Suara ''auman'' singa dan bebunyian yang memperdengarkan dimakannya sang algojo oleh singa membuat penonton tak henti-henti tertawa.

Suspensi cerita dibangun lewat kegalauan sang panglima yang mendengar kabar pergantian kedudukannya. Maka kesedihan lelaki itu dihibur Mawar, si putri kipas yang menyanyikan lagu ''Betapa Kucinta Padamu'' milik Siti Nurhaliza. Tapi lagu itu tidak banyak menghibur.

Pertandingan ''gladiator'' untuk mencari sosok panglima tetap digelar. Lewat ''adu kebolehan'' yang selalu ditunjukkan dengan lantunan lagu dari beberapa tokoh, seperti Flinstone, Superman, F4, Michael Jackson, dan juga konstestan perempuan (Cleopatra), masih belum ditemukan ''sang jawara''. Seolah-olah mengacu pada konser inagurasi AFI 1, Veri, si pendekar jaran kepang, yang didukung penjual jamu, dipilih sebagai panglima baru. Konser yang mengharu biru itu selesai setelah lagu jingle ''Menuju Puncak'' diperdengarkan.

Populer

Ya, konser AFI semalam memang memberi bukti betapa populernya acara itu. Antusiasme penonton yang sebagian besar anak-anak, dapat dilihat dengan penuhnya semua tempat duduk. Antusiasme itu bahkan harus dibayar dengan dengan kerelaan banyak penonton yang membeli tiket dari para calo dengan harga rata-rata 200% di atas harga yang ditetapkan panitia.

Selain itu, di luar ruang pertunjukan, begitu banyak orang yang rela menonton dari satu layar besar yang dipasang di dekat pintu masuk Krakatau Ballroom. Kemeriahan itu disemarakkan pula oleh orang-orang yang berusaha mengail rezeki dengan menjajakan pernik-pernik yang berkaitan dengan para bintang AFI. Misalnya, kaus, foto, dan logo nama akademia dari styrofoam. Tak heran sepanjang acara berlangsung, dari tempat beberapa penonton terlihat mengacungkan nama-nama para bintang itu.

Ya, 12 akademia dari AFI 1 itu telah menyita ruang batin masyarakat. Apakah ke-12 lainnya dari AFI 2 akan memiliki daya sihir yang sama dalam membuat keterpukauan publik yang sama? Waktu yang akan menjawabnya. (Saroni Asikin,Roekardi-69i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA