logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 Mei 2004 NASIONAL
Line

Harus Jalani Babak Play-Off


SM/Sumardi

GAGAL: Tunggal pertama Indonesia Sony Dwi Kuncoro gagal membukukan kemenangan, setelah dikalahkan oleh andalan China Lin Dan 16-17, 3-15. Dalam duel ini, secara keseluruhan tim Thomas Indonesia kalah dari China. (77)

JAKARTA - Juara bertahan Indonesia harus mengakui keunggulan China dalam pertandingan terakhir penyisihan Piala Thomas Grup A di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, semalam. Sampai berita ini diturunkan, tuan rumah tertinggal 0-3. Apa pun hasil dua partai sisa tak akan memengaruhi posisi urutan kedua pul.

China sebagai pemenang berhak memperoleh istirahat satu hari, karena menyandang status juara Grup A. Para peringkat kedua dan ketiga tiap grup, baik itu Piala Thomas maupun Uber, harus mengikuti babak play-off yang dimainkan hari ini.

Tim putra Indonesia akan menghadapi Selandia Baru. Sementara Amerika Serikat (AS) bertemu Jerman, Thailand melawan Inggris, dan Afrika Selatan (Afsel) menantang Jepang

Pada Piala Uber, Silvi Antarini dan kawan-kawan yang menjadi juru kunci Grup W akan menghadapi Jerman.. Dalam penentuan peringkat teratas Grup X, Jerman harus mengakui keunggulan Taiwan 1-4. Tiga partai play-off Piala Uber lain mempertemukan Afsel-Belanda, Kanada-Jepang, dan Malaysia-Australia.

Sekali pun masih di babak penyisihan, pertarungan China-Indonesia banyak ditunggu orang. Manajer Tim Piala Thomas Denmark Steen Pedersen, misalnya, menunjukkan kesan tergesa-gesa ketika memberikan keterangan pers setelah timnya menang 5-0 atas Jepang.

ëíAda lagi pertanyaan? Saya kira kita semua harus menyaksikan pertandingan China-Indonesia secepatnya,"tuturnya.

Straight Set

Dalam tiga partai pertama itu, Indonesia harus menyerah dalam pertarungan straight set. Pada partai pertama, Sony Dwi Kuncoro menghadapi peringkat pertama dunia, Lin Dan. Dukungan yang diberikan sekitar 8.000 penonton hanya bisa membuat Sony memberikan perlawanan berarti pada set pertama. Dalam pertarungan alot, pemuda kelahiran Surabaya itu berulang kali ketinggalan dan akhirnya menyerah 16-17.

Pada set kedua, debutan di tim Piala Thomas ini tak bisa berbuat banyak. Dia kalah 3-15. Kekalahan 16-17, 3-15 itu menjadikan rekor pertemuan remaja 20 tahun itu dengan Lin Dan menjadi 1-4.

Pasangan utama Indonesia saat ini, Alven Yulianto/Luluk Hadiyanto yang tampil di partai kedua, menyerah 9-15 pada set pertama. Memasuki set kedua, koordinasi keduanya semakin baik. Dari ketinggalan 0-1, juara Thailand Terbuka dan Korea Terbuka 2004 ini berhasil membalikkan keadaan untuk memimpin 7-4.

Namun ketangguhan pasangan China memang nyata terlihat. Debutan Indonesia itu pun tersusul, bahkan ganti tertinggal 7-9, 9-11, 10-14. Hanya sampai di situlah perlawanan pasangan yang sudah mendapat tiket ke Olimpiade ini. Dalam waktu 40 menit, mereka menyerah 10-15 di set kedua.

Seperti sudah diperkirakan sebelumnya, China tak menempatkan Chen Hong sebagai tunggal kedua. Dengan rekor pertemuannya yang 0-5 dengan Taufik, wajar bila Manajer Tim Li Yongbo menurunkan Bao Chunlai yang rekor head to head-nya 2-2.

Ketenangan Bao teruji dengan tak mengubah pola permainan. Pemain kidal ini tetap agresif. Bola pun berpindah, dan akhirnya peringkat empat dunia ini menutup set pertama dengan 15-13 dalam waktu 23 menit. Pada set kedua, Taufik memulai permainan dengan keunggulan 4-0. Namun dengan cepat Bao menyalip. Dalam waktu yang sama, 23 menit, dia memenangi set kedua 15-6. (tok,D3-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA