logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 Mei 2004 NASIONAL
Line

Kacau, Upaya Rusia Stabilkan Wilayah Chechnya

VLADIKAVKAZ - Jenazah Presiden Chechnya Akhmad Kadyrov dimakamkan di kampung halamannya, kemarin, sehari setelah pemimpin pro-Moskwa itu tewas akibat ledakan bom.

Kematian Kadyrov tersebut mengacaukan upaya-upaya Rusia untuk menstabilkan dan mengendalikan wilayah Chechnya yang porak-poranda akibat perang.

Ribuan orang berdatangan ke Tsentoroi, permukiman di Chechnya timur yang menjadi kampung halaman keluarga besar Kadyrov, untuk menghadiri pemakamannya, lapor media Rusia. Upacara perkabungan tersebut akan berlangsung selama tiga hari.

Ledakan bom yang menewaskan Kadyrov itu merusak tribun stadion di Grozny, ibu kota Chechnya, Minggu lalu, selama pawai memperingati Hari Kemenangan terhadap Nazi dalam Perang Dunia II.

Pusat Medis Keadaan Darurat Grozny mengatakan 24 orang tewas dan 46 lainnya terluka. Namun Wakil Menteri Penanganan Situasi Darurat Chechnya, Akhmed Dzheirkhanov, mengatakan Minggu lalu bahwa jumlah korban tewas adalah enam orang dan 57 lainnya terluka.

Dia mengatakan, para petugas penyelamat dari pusat medis tersebut telah keliru menghitung sebagian orang yang terluka sebagai korban tewas. Dia tidak memberikan konfirmasi atas laporan-laporan media Rusia mengenai tambahan seorang lagi yang tewas kemarin malam.

Sasaran Utama

Sementara itu dari Moskwa Ketua Dewan Mufti Rusia, Ravil Gainutdin, mengatakan, Kadyrov merupakan sasaran utama dari terorisme internasional di Chechnya, karena ia telah meletakan dasar bagi perdamaian di republik itu.

Presiden Chechnya itu ''merupakan orang yang berani, yang tidak takut memikul tanggung jawab atas rakyatnya,'' katanya.

''Terutama penting bagi kami, kaum muslim, bahwa usaha dan ketegasan presiden Chechnya itu telah membantu departemen agama Islam di republik ini dibuka kembali, dan sejumlah imam baru yang setia pada cita-cita utama agama kami bagi perdamaian telah mulai melakukan tugas mereka,'' jelas Gainutdin.

Dia menyampaikan belasungkawa kepada sanak keluarga dari korban aksi teroris di Grozny. Muslim di Rusia sangat marah dengan ''aksi barbar terorisme yang dilakukan di stadion Grozny - pembunuhan Presiden Chechnya,'' katanya kepada kantor berita Itar-Tass.

''Kadyrov bukan hanya memimpin Chechnya. Sebagai Mufti Republik Chechnya, dia tengah berusaha meningkatkan perdamaian dan stabilitas di Kaukasus Utara dan Chechnya,'' katanya.

Di Grozny, Mufti Chechnya Akhmad Hajji Shamayev mengatakan aksi kejahatan teroris yang menewaskan presiden Chechnya, tidak dapat dimaafkan oleh hukum manusia.(rtr-ben-ant-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA