| Selasa, 11 Mei 2004 | NASIONAL |
Keluarga Kameraman RCTI Akan ke JakartaPURWOREJO-Kabar rencana pembebasan kameramen RCTI, Fery Santoro (36), pada 13 Mei, tentu saja membuat pihak keluarganya bersuka-cita. Rencananya mereka akan menjemput ke Jakarta, dan berangkat hari ini (Selasa, 11/5). Kakak kandung Fery, Edy Hidayat SE (41), di tempat kerjanya, Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), menyatakan akan berangkat ke Jakarta bersama kakak ipar Fery yang juga kameramen RCTI, Bambang Hengky. Setelah tiba, dia menyatakan, tidak tahu persis Fery akan diajak pulang ke mana. Dia hanya menyebut beberapa kemungkinan, antara lain ke rumah mertuanya di Semarang, rumah kakak ipar di Yogyakarta, atau Purworejo. ''Kalau bisa, biar di tempat yang enak, sepi, dan jauh dari keramaian,'' kata dia. Dia menuturkan, Fery merupakan putra keenam dari delapan saudara, anak pasangan almarhum Djamaludin dan Siti Asiyah, warga Baledono, Krajan, Purworejo. Fery bekerja di RCTI sejak 1995. Sebelumnya, Fery lulusan STM Negeri Purworejo menjadi juru foto milik Bambang Hengky di Wonosobo sejak 1992. Pihak keluarga menyampaikan terima kasih ke semua pihak yang membantu pembebasan Fery. ''Pihak keluarga juga menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada rekan-rekan di pers. Tanpa bantuan mereka, kabar Fery tidak akan terdengar. Mudah-mudahan saja GAM menepati janji,'' kata Edy. Karena itu, dia mengharapkan semua pihak terkait membantu pembebasan Fery beserta ratusan sandera lain. Pengelola perpustakaan UMP itu juga berharap tidak terjadi kontak senjata lagi saat pembebasan sandera. ''Saya berharap TNI dan GAM sama-sama sepakat mendahulukan pembebasan sandera. Yang paling pokok memberikan rasa kemanusiaan kepada sandera,'' ujar dia. Seingat dia, sang adik disandera GAM sejak 29 Juni 2003. Sebelum ditangkap GAM, kata Edy, Fery mengirim SMS kepada dirinya. ''Pada 2 Juli, saya sudah pulang,'' isi SMS Fery. Ternyata, kata Edy, dalam perjalanan pulang setelah meliput di daerah pengungsian di Perlak, Aceh Timur, Fery dicegat dan disandera GAM. Sejak itu dia tak pernah menerima SMS atau telepon dari Fery. Selama dalam sekapan GAM, Fery hanya sesekali mengirim SMS atau menelepon sang istri, Mayawati. Dia mengingatkan para pemimpin stasiun televisi dan redaksi media cetak untuk tak main tunjuk dalam menugasi wartawan atau reporter. Orang yang ditugaskan ke medan perang harus dilatih sedemikian rupa. Menurut pengamatan dia, adiknya pergi tanpa persiapan. ''Mudah-mudahan ini kejadian terakhir yang tidak akan terulang.'' Belum Pasti Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto belum dapat memastikan rencana Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk membebaskan kamerawan RCTI Fery Santoro dan sandera GAM lain pada 13 Mei mendatang. ''Sejauh ini belum ada satu pun pernyataan yang disampaikan GAM kepada kami bahwa mereka mau membebaskan para sandera itu,'' kata Panglima TNI di Istana Negara, kemarin (10/5). Panglima berharap persoalan pembebasan Fery dan sandera lain, yang sudah setengah tahun lebih diculik, tidak sekadar rumor. Dia mengatakan, bahkan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengaku belum dihubungi GAM. Padahal, GAM mengaku telah menghubungi organisasi tersebut. ''Seperti itu membuat kami jadi bingung,'' ujar dia. Panglima menyebutkan, semestinya GAM membuat rencana pembebasan yang formal dan disampaikan kepada TNI. ''Entah surat atau apa,'' ujarnya. Pasalnya, Panglima merasa perlu mempunyai sesuatu yang dapat dipegang, tak sekadar berita media massa atau rumor. Selain itu, dia juga berharap ada kontak antara GAM dan TNI, GAM dan ICRC, ICRC dan TNI. Panglima enggan berkomentar panjang soal persyaratan-persyaratan yang disampaikan GAM. Dia mengatakan, tanpa kepastian, TNI mustahil menuruti syarat GAM. Apakah TNI tidak mau mengalah? Panglima mengatakan, TNI akan mengalah bila itu menyangkut kepentingan bangsa. Dia melanjutkan, kepentingan bangsa tidak mungkin dikorbankan hanya karena kepentingan satu orang. Dia berharap TNI segera membebaskan para sandera dengan pertimbangan kemanusiaan. ''Dengan persyaratan yang tidak terlalu tinggi, tentu akan kami fasilitasi,'' ujarnya. (yon,bu-69te) |