| Selasa, 11 Mei 2004 | SEMARANG |
PMI Demak Suplai Darah ke Kabupaten LainDEMAK- Ketua PMI Cabang Demak Paeran didampingi Wakil Ketua dr Budi Suprijatna menyatakan, stok darah di PMI Demak saat ini lebih dari cukup. Kebutuhan darah bagi puskesmas maupun RSD Sunan Kalijaga dan RSI NU pun tak terlalu besar. ''Karena RSD Sunan Kalijaga Demak ini adalah tipe C, maka jarang ada operasi-operasi yang membutuhan darah dalam jumlah banyak. Kondisi itu berbeda jauh dibandingkan rumah sakit di Semarang. Di sana memang membutuhkan ketersediaan darah yang banyak,'' kata dr Budi Suprijatna usai Peringatan HUT ke-140 PMI se-Dunia, di Kantor PMI Cabang Demak baru-baru ini. Kehabisan Stok Karena pasien RS yang membutuhkan darah berkurang, maka terkadang PMI Demak kelebihan stok darah. Pihaknya justru banyak membantu daerah lain seperti Jepara, Kudus, dan Purwodadi dalam pemenuhan darah untuk pasien RS. ''Ketersediaan darah di PMI Demak sampai saat ini sekitar 40 kantong darah. Bahkan mungkin bisa bertambah. Stok darah itu kini tersimpan di dalam kulkas dengan suhu sekitar 8 derajat celcius,'' kata dia. Namun demikian, lanjut Budi, daya tahan stok darah pun relatif terbatas. Setidaknya hanya sampai 21 hari saja. Bila melebihi batas usia itu maka darah harus dibuang atau dikubur karena kondisinya sudah rusak. Dengan demikian darah tersebut tidak segar lagi. Sementara itu kebutuhan darah PMI bagi rumah sakit di Demak, menurut dia, sebagian untuk penderita hernia dan hepatitis. Untuk mengatasi kedua penyakit itu terkadang pihak RS membutuhkan stok darah yang cukup. (F2-84) |