logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 Mei 2004 SEMARANG
Line

Harapan Baru untuk Wakil Baru

''Wakil rakyat seharusnya merakyat, jangan tidur waktu sidang soal rakyat, wakil rakyat bukan paduan suara, hanya tahu nyanyian lagu setuju.''

TAMPAKNYA lagu ''Wakil Rakyat'' karya Iwan Fals itu patut untuk diperdengarkan kembali. Terutama bagi calon anggota DPRD Grobogan agar memperjuangkan rakyat, bukan diri sendiri, partai, ataupun golongannya.

Sambil merenungkan pesan Iwan, ada baiknya pula para calon wakil rakyat menyimak hasil kerja Pusat Kajian Global Society (Pacivis) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan lembaga itu, sebagian besar responden berpandangan negatif terhadap kinerja anggota DPRD Grobogan selama ini.

Dari 66 responden, 77% berpersepsi negatif terhadap DPRD Grobogan, sedangkan yang berpersepsi positif hanya 23%. Selain itu, 89,9% responden menyatakan anggota Dewan lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan masyarakat. Sebanyak 92,7% responden juga menyatakan anggota Dewan lebih mengutamakan kepentingan partai dibandingkan dengan kepentingan masyarakat.

Meski demikian, menyangkut Pemilu 2004, 53,3% responden yakin pemilu akan membawa perubahan. Adapun 43,5% tidak yakin dan sisanya (1,2%) tidak tahu.

Lewat jajak pendapat, bisa saja dihasilkan simpulan secara kuantitatif macam itu. Namun data itu tidak serta merta menepis keraguan Haryono akan adanya perubahan di tubuh DPRD Grobogan. Dia belum begitu yakin para anggota Dewan akan benar-benar memperhatikan nasib rakyat Grobogan. ''Belajar saja periode sebelumnya. Awalnya mereka berjanji hadir demi rakyat, untuk rakyat, serta berpihak pada rakyat. Namun kenyataan setelah dilantik, mana hasilnya?''

Haryono lantas menunjukkan ''bukti''. ''Lihat saja, sebagian besar jalan rusak, gedung sekolah yang rusak bahkan nyaris roboh tidak mendapat perhatikan, dan angka pengangguran makin tinggi.''

Karena itu, dia hanya berharap agar calon anggota legislatif terpilih mau dan mampu menyalurkan aspirasi rakyat dan berpihak pada mereka, terutama rakyat kecil.

Lain Haryono, beda pula Awan, warga Purwodadi, Grobogan. Dia menilai, anggota DPRD Grobogan telah bekerja dengan baik. ''Buktinya mereka ikut bikin peraturan. Jika ada kekurangan, itu wajar dan seharusnya diperbaiki lagi,'' katanya.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi E DPRD Grobogan M Misbach SAg mengemukakan, dirinya berjanji akan berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan kepentingan rakyat.

''Jika ada yang tidak puas pada kinerja saya, silakan tidak memilih. Kenyataannya, saya masih dipilih. Itu artinya saya masih dipercaya,'' tandasnya.

Calon terpilih anggota DPRD Grobogan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengusulkan pembentukan sebuah lembaga atau forum rembuk antara masyarakat dan Dewan. Harapannya, melalui lembaga tersebut diketahui keinginan masyarakat Grobogan. ''Yang jelas, selama ini anggota Dewan sudah bekerja maksimal,'' ujarnya.

Soal komposisi anggota Dewan yang didominasi wajah baru, dia berharap, mereka membawa idealisme baru demi kemajuan dan kebaikan Grobogan. ''Bagi anggota yang terpilih kembali, hal itu bisa menjadi bahan introspeksi, acuan, dan bahan renungan untuk melangkah.''

Anggota DPRD Grobogan Icek Baskoro SH menilai, masih banyak kekurangan pada tubuh Deban karena belum menampung semua aspirasi masyarakat. ''Karena itu, masih perlu belajar dan bekerja keras. Mudah-mudahan anggota Dewan yang baru ini lebih solid dan membawa perubahan yang baik bagi masyarakat Grobogan,'' kata Icek yang terpilih kembali sebagai anggota DPRD Grobogan itu. (H3-89j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA