| Selasa, 11 Mei 2004 | SEMARANG |
Anggota Dewan Dinilai Tidak Etis
KENDAL- Kunjungan kerja menjelang akhir masa jabatan yang dilakukan para wakil rakyat Kabupaten Kendal ke Bunaken, Sulawesi Utara, mulai menuai kritikan . Selain dinilai kurang efektif, kunjungan kerja itu juga dianggap kurang etis karena beberapa anggota Dewan diketahui membawa istri bahkan cucunya. ''Saya sangat menyayangkan hal itu, terlebih ketika melakukan kunjungan kerja sejumlah anggota Dewan membawa istri atau bahkan cucunya. Meski keikutsertaan keluarga anggota Dewan dengan biaya pribadi, hal itu tetap kurang tepat. Kunjungan kerja sifatnya adalah kedinasan, tidak seharusnya anggota keluarga diajak serta,'' ujar Wakil Ketua DPC PDI-P Kabupaten Kendal Drs Agustinus Teguh Imanto. Dia mengemukakan, menjelang akhir masa jabatan seperti saat ini adalah kurang tepat jika para wakil rakyat melakukan kunjungan kerja. ''Kunjungan kerja ini cenderung kurang bermanfaat. Kapan lagi ada kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari hasil kunjungan kerja itu. Hal itu mengingat sebentar lagi mereka sudah purnabakti. ''Kebijakan yang mengatur kunjungan kerja ataupun dana purnabakti harus ditinjau kembali. Saya khawatir akan muncul peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan untuk keuntungan atau kepentingan pribadi,'' tandasnya. Seperti diberitakan (SM, 10/5) menjelang purnabakti, hampir seluruh wakil rakyat Kabupaten Kendal, pada 5-7 Mei, mengadakan kunjungan kerja ke Bunaken. Yang menarik, beberapa di antara mereka juga membawa serta istri atau bahkan cucunya. Termasuk di antaranya istri Ketua Dewan Sutrimo dan Wakil Ketua H Abdulwachid Hasjim. Hingga kemarin (10/5), Ketua DPRD Sutrimo belum dapat ditemui dan saat dicoba untuk dihubungi melalui ponsel ternyata tidak aktif. ''Untuk menghindari penilaian negatif dari masyarakat atas kunjungan kerja ke Bunaken tersebut, sudah seharusnya para anggota Dewan yang melakukan kunjungan kerja itu khususnya dari FPDI-P, dipanggil dan diminta klarifikasinya. Ketua DPC PDI-P harus segera bersikap untuk meminta klarifikasi mereka,'' tambah Agustinus. (G15-84k) |