| Selasa, 11 Mei 2004 | SEMARANG |
Grand Desain Revitalisasi Pecinan Diharapkan Selesai Akhir BulanSEMARANG- Penyusunan strategi revitalisasi (grand desain) Kawasan Pecinan Semarang diperkirakan selesai akhir bulan ini. Sehingga tindak lanjut upaya revitalisasi tersebut bisa segera dilaksanakan. "Meskipun demikian, sebelumnya akan diseminarkan terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan semua pihak," kata Koordinator Lapangan Tim Penyusun Revitalisasi Kawasan Pecinan Kota Semarang, Ir Widya Wijayanti MURP, Senin (10/5). Selama ini pihaknya telah berupaya keras menyelesaikan grand desain tersebut agar dapat segera direalisasikan. Penyusunan telah melalui proses pengkajian mendalam, terutama melalui studi sosial, termasuk di dalamnya rembugan dengan masyarakat. "Sekarang tinggal menyelesaikan saja laporannya." Dalam grand desain itu, tim lebih menekankan pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan revitalisasi. Mereka diposisikan sebagai subjek, sebab merekalah yang paling merasakan dampak revitalisasi tersebut. Mengenai investor yang ingin masuk dan melibatkan diri dalam proses revitalisasi, Widya mempersilahkan, sejauh tetap memberikan kesempatan dan manfaat secara ekonomi, sosial dan budaya kepada masyarakat setempat. Widya menekankan agar revitalisasi jangan hanya dipahami dalam arti fisik. Lebih dari itu juga menyangkut permasalahan sosial, ekonomi, dan budaya. "Sebenarnya, pembangunan fisik itu hanya penunjang dari revitalisasi ekonomi, sosial dan budaya. Dia juga berharap agar masyarakat tidak berprasangka, revitalisasi hanya untuk kepentingan etnis tertentu. Revitalisasi harus dilihat secara teritorial kawasan pecinan. Di dalam teritorial tersebut tidak hanya ditinggali oleh satu etnis saja, melainkan beragam etnis. Pembenahan infrastruktur fisik seperti jalan, drainase, dan penerangan yang terdapat di dalam Kawasan Pecinan menjadi tanggung jawab pemerintah. Sebab hal itu merupakan sarana umum. Anggota tim lainnya Ir M Farchan, menyatakan, grand desain yang disusun akan dijadikan sebagai panduan dalam pelaksanaan revitalisasi. Semua hal yang berkaitan dengan proses revitalisasi harus sesuai dengan grand desain tersebut. "grand desain itu ibarat GBHN yang menjadi pegangan pelaksanaan." Penyusunan grand desain merupakan bagian dari pelaksanaan revitalisasi tahap I, selain proses sosialisasi, dan pembuatan gapura (seketheng) sebagai tetenger kawasan Pecinan. (roe-84) |