logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 Mei 2004 SEMARANG
Line

Dibangun Empat Jembatan Bailey

  • Permudah Akses ke Ujung Landasan A Yani

SEMARANG- TNI membangun empat jembatan bailey yang melintas di atas Kali Silandak untuk mempermudah akses ke ujung landasan Bandara A Yani, Semarang. Keempat jembatan tersebut dapat dilalui kendaraan berat pengangkut tanah yang akan digunakan untuk pengurukan lokasi landasan baru.

"Jembatan bailey yang panjangnya sekitar 30 meter itu sangat berfungsi mempecepat akses kendaraan yang mengangkut tanah untuk menguruk lahan yang akan dijadikan landasan," tutur Komandan Satgas TMMD Skala Besar Letkol Kav Gina Yoginda di lokasi, Senin (10/5).

Sebelumnya, kata dia, tim juga telah membuka akses jalan dari arah selatan Kelurahan Tambakharjo menuju ujung landasan Bandara A Yani. Akses jalan itu sebelumnya melewati kawasan perumahan Graha Padma yang tidak jauh dari lokasi pengurukan.

"Sambil melakukan pengurukan tanah pada lokasi landasan baru yang umumnya merupakan daerah rawa atau tambak, TNI juga melakukan pengerasan jalan baru yang masih labil untuk dilewati kendaraan. Jika tidak dilakukan pemadatan, jalan yang berada di kiri dan kanan tanggul Kali Silandak susah untuk dilalui kendaraan," jelasnya.

Tidak Asal-asalan

Adapun luas area pengurukan bandara yang dilakukan dalam program TMMD tersebut sekitar 29.283 meter persegi. Dengan volume ketebalan tanah untuk pengurukan sekitar 96.991 meter kubik. "Karena fondasi yang akan diuruk tersebut merupakan bakal lokasi yang dijadikan landasan pesawat, kami tidak mengerjakannya asal-asalan," tegas Yogi.

Menurut Yogi, karena lokasi yang akan diuruk sangat luas, tidak tertutup kemungkinan pihaknya akan membuka akses jalan baru yang terdekat. Termasuk kemungkinan membuat, memindahkan, atau menambah jembatan bailey yang sudah ada, untuk mempermudah akses ke tempat pengurukan yang baru.

Lebih lanjut dia menyatakan, kendala yang mungkin dihadapi oleh personel di lapangan dalam melakukan pengurukan adalah bila terjadi hujan. Dia memperkirakan tanah yang masih labil tersebut akan sulit dilewati kendaraan pengangkut dan perata tanah.

"Kondisi hujan bisa memperlambat kegiatan pengurukan tanah, karena tanah akan becek dan berlumpur, sehingga sulit dilewati kendaraan berat," ujarnya. (H2-84k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA