| Selasa, 11 Mei 2004 | SEMARANG |
Seleksi Bukan untuk MembatasiDI sela-sela meninjau pelaksanaan ujian akhir nasional (UAN) SMA dan yang sederajat Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Drs Sudjoko mengatakan, mekanisme penerimaan siswa baru (PSB) untuk tingkat SMP dan SMA masih dibicarakan oleh Dinas Pendidikan dengan pihak sekolah. "Ada usulan penerimaan siswa baru SMA tidak usah lagi memakai ujian seleksi, sedangkan untuk SMP tetap menggunakan ujian," katanya di SMA 2 Semarang Senin (10/5) kemarin. Penerimaan siswa baru SMA, lanjut dia, bisa menggunakan acuan hasil UAN SMP yang akan dilaksanakan mulai Senin (24/5) mendatang, sehingga pihak SMA tidak perlu mengadakan ujian lagi. Adapun penerimaan siswa baru SMP harus melalui seleksi karena di sekolah dasar (SD) tidak ada ujian seperti UAN. "Namun, ini baru usulan. Kini kami sedang berkonsentrasi pada pelaksanaan UAN," ucapnya. Kebijakan PSB melalui seleksi tahun lalu tidak bermaksud membatasi siswa yang tingkat pemahamannya kurang untuk masuk sekolah tertentu. Hal itu semata-mata karena keterbatasan ruang kelas. "Selain itu, seleksi tersebut bertujuan memacu peningkatan mutu," katanya. Sudjoko menyebutkan, persaingan tidak dapat dihindari dalam proses memacu peningkatan mutu pendidikan karena yang diambil adalah nilai terbaik. "Namun, keinginan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip SH SE, siswa yang nilainya kurang justru seharusnya diberi kesempatan pertama," imbuhnya. Sudjoko mengemukakan, keinginan bersikap adil terhadap calon siswa baik yang pandai maupun kurang pandai tersebut harus dipikirkan matang. Sebab, ditakutkan akan mendapat protes dari masyarakat. "Pemahaman kita selama ini seleksi adalah mencari yang terbaik," katanya. Guna menyukseskan keinginan Wali Kota agar PSB adil bagi calon siswa, saat ini sedang diupayakan solusi yang terbaik dengan melakukan pembicaraan intensif antara guru, kepala sekolah, masyrakat, dan Dinas Pendidikan. Mengenai daya tampung sekolah-sekolah di Kota Semarang, Sudjoko mengatakan, sangat mencukupi meski beberapa calon siswa dari luar kota Semarang, seperti Demak, Kedal, dan Ungaran sekarang banyak yang menimba ilmu di Kota Atlas. (Widodo Prasetyo-84e) |