logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 Mei 2004 SEMARANG
Line

Senggolan Berbuntut Pembacokan

SEMARANG- Wawan Yulianto (22) bernasib nahas. Sopir truk trailer yang tinggal di RT 8 RW 9, Kampung Kebonharjo, Kelurahan Tanjungmas itu mengalami luka berat karena kepalanya dipukul dengan botol kecap oleh tetangganya, Ben (25), di depan Musala Nurul Huda, Minggu (9/5) malam.

Akibatnya, dia mendapat 10 jahitan pada kepala oleh tenaga medis RS Pantiwilasa Jalan Dokter Cipto. Selain itu, sebuah jarinya patah karena tak kuat menahan pukulan botol kecap tersangka.

Menurut penuturan sejumlah saksi, peristiwa itu terjadi ketika Wawan yang dalam kondisi setengah mabuk menaiki kendaraan. Ketika melintas di depan Musala Nurul Huda, motornya bersenggolan dengan motor Ben, pukul 19.30. Saat itu, Ben sedang berboncengan dengan istrinya.

Tak terima dengan ulah korban, Ben marah-marah. Saat itulah terjadi perang mulut.

Ben naik pitam dan memukuli korban hingga babak belur. Ben juga mengambil botol kecap di sebuah warung di depan musala dan dipukulkan ke kepala Wawan hingga berdarah. Sebenarnya, korban juga melakukan perlawanan namun sia-sia.

Malah satu jarinya patah lantaran tak kuat menahan pukulan Ben yang bertubi-tubi.

Oleh warga sekitar, Suali, korban dilarikan ke sebuah klinik sekitar kampung. Namun oleh pihak klinik, korban dirujuk ke RS Pantiwilasa Jalan Dokter Cipto.

Istri korban, Erli Santi (20), menduga, persoalan itu diduga disulut dendam lama. Dia mengemukakan, Ben sudah lama mengancam suaminya. Namun, dia tidak mengetahui motif Ben hingga mengacam suaminya. "Katanya, dia (Ben-Red) sudah lama mengancam suami saya. Akan tetapi saya tidak tahu mengapa sampai dia (Ben-Red) begitu," ujarnya. (G5-84j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA