logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 Mei 2004 SEMARANG
Line

Truk Sampah Tabrak Rumah

MIJEN- Sebuah truk pengangkut kontainer sampah, Senin (10/5) menabrak rumah di Jalan Untung Suropati, Kelurahan Kedungpane, Mijen. Kejadian itu menyebabkan teras rumah yang dihuni Masrianto (27) rusak.

Mutharom (45), salah seorang saksi mata menuturkan, pagi itu sekitar pukul 08.00 truk H- 9551-BG datang dari timur (bawah).

Sampai di lokasi kejadian, truk yang dikemudikan Gunadi (45) tiba-tiba tidak bisa dibelokkan. Diduga hal itu akibat tie road kendaraan itu patah.

Saat kejadian, truk itu terlebih dulu menabrak pohon mangga hingga roboh, baru kemudian menabrak tiang penyangga teras rumah.

Peristiwa itu juga mengakibatkan sebagian tembok depan rumah itu ambrol. Menurut penjelasannya, seandainya tidak ada pohon mangga, kerusakan rumah tersebut bisa makin parah.

"Pemkot sudah bersedia memperbaiki kerusakan itu sampai seperti semula," ujar Masrianto.

Truk pengangkut sampah itu langsung dipindahkan ke pertigaan jalan menuju ke Kampung Pucung, Bambankerep, Ngaliyan. Sampah yang berada di dalam kontainer hingga tengah hari kemarin juga belum dipindahkan ke truk lain.

Berdasarkan pengamatan, di bawah kabin kemudi terlihat sebatang besi yang patah dan di sekitarnya terdapat oli berceceran. Sementara itu pada boks uji di kedua pintu kendaraan tersebut tertulis masa uji berakhir pada 1997.

Kendaraan Tua

Camat Semarang Timur Bimo Irianto mengakui, truk tersebut sehari-hari dioperasikan untuk mengangkut sampah dari wilayah Semarang Timur ke TPA Jati Barang. Namun dengan adanya kejadian itu, dia akan tetap berupaya agar pengangkutan sampah tidak terganggu.

Saat ditanya tentang perbaikan rumah yang menjadi korban, dia menyatakan pemiliknya tidak perlu khawatir. Pemkot akan bertanggung jawab dengan segera memperbaiki kembali rumah tersebut.

Dia mengemukakan, saat ini lima truk pengangkut kontainer sampah dan satu dump-truck dioperasikan di wilayahnya rata-rata berusia tua. Dia memperkirakan, usia kendaraan itu sudah lebih dari 10 tahun. Padahal, jalur yang ditempuh untuk menuju ke TPA Jatibarang relatif berat. Selain menanjak, beberapa bagian jalan itu juga bergelombang. Bahkan, sekitar 100 meter dari lokasi TPA, terdapat bagian jalan yang ambles.

Namun, Pemkot selalu berupaya merawat kendaraan-kendaraan itu. Apabila diketahui ada kerusakan, kendaraan tersebut dimasukkan ke bengkel. "Musibah itu benar-benar di luar perkiraan kami," ungkap dia.

Saat ditanya tentang uji kelaikan jalan, dia menolak anggapan bahwa truk sampah itu tidak pernah diuji kir. Mungkin, saat diuji kir kendaraan tidak dibawa ke Dinas Perhubungan. Alasannya, proses kir membutuhkan waktu. Dengan demikian, jika kendaraan harus dibawa ke Dinas Perhubungan, pengangkutan sampah akan terganggu.

Kepala Dinas Kebersihan Kota Ir Suratman SIP MM ketika dihubungi mengatakan, rata-rata truk Dinas Kebersihan memang sudah berusia tua. Dia menyebutkan, Dinas Kebersihan memiliki 65 pengangkut kontainer dan 15 dump-truck pengangut sampah rata-rata berusia 10 tahun.

Pemkot, ujar dia, sudah berencana mengganti kendaraan-kendaraan itu dengan cara utang ke pihak ketiga. Namun sebelum hal itu terlaksana, Menteri Keuangan mengeluarkan larangan kabupaten/kota membiayai pembangunan dengan cara utang. "Akan tetapi kami tetap berharap, kendaraan-kendaraan tersebut bisa diremajakan," tandas dia.(G6-45j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA