| Selasa, 11 Mei 2004 | SEMARANG |
Pelaku Pasar Jarang BerkumpulSEMARANG- Penertiban kawasan Pasar Johar sebenarnya tergantung pada komitmen Dinas Pasar, pedagang pasar, pedagang kaki lima, UP Perparkiran untuk menata pasar itu. Ketua Forum Komunikasi Pedagang dan Jasa Kanjengan (FKPJK) Agus Tyanto mengemukakan, selama ini pihak-pihak tersebut jarang mengadakan pertemuan untuk memperbaiki kondisi pasar, apalagi menertibkan pedagang. "Kepala Pasar Rayon Johar selama ini kurang serius dalam menangani kawasan itu," ujar dia. Dia menjelaskan, dahulu pernah ada revitalisasi tahap pertama dan kedua terhadap kawasan alun-alun Semarang. Dengan adanya revitalisasi itu seharusnya makin membaik kondisinya. Akan tetapi justru yang muncuk kesan sebaliknya, para konsumen memandang lebih kumuh. "Para pedagang pun sekarang kesulitan mengepak," ujar dia. Seharusnya, lanjut dia, dipimpin kepala pasar dilakukan pertemuan berkala bersama UPD Parkir, pimpinan pedagang kaki lima, pimpinan pedagang diajak berembuk untuk membuat komitmen menjaga ketertiban pasar. "Disepakati sehingga ada upaya kolektif, selama ini itu jarang dilakukan." Dia juga mengusulkan agar di Pasar Johar perlu ada petugas Satpol PP. "Mereka langsung ikut mengawasi pasar, tidak hanya melakukan operasi berkala saja," ucapnya. Dia mengakui, kunci penataan kawasan Pasar Johar terletak pada penataan arus lalu lintas di Jalan Agus Salim. "Permasalahan akses di jalan itu kalau diselesaikan akan menyelesaikan masalah Johar itu," kata dia. Kemacetan di kawasan Pasar Johar dari pantauan kemarin makin menjadi-jadi. Bahkan tidak sedikit para PKL yang berjualan di pinggir Jalan Agus Salim nekat membuang sampah ke Kali Semarang yang tak jauh dari lokasi jualannya. Wali Kota H Sukawi Sutarip SH SE selama ini hanya berjanji menangani kawasan itu, antara lain membuat desain penataan Pasar Johar. Desain itu konon disanggupi oleh salah seorang staf ahli Wali Kota. (G17-84j) |