logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 Mei 2004 INTERNASIONAL
Line

Pembuat Virus Sasser Tak Bermaksud Merusak

BERLIN - Anak ajaib yang mengaku membuat virus komputer yang menyebabkan kekacauan di seluruh dunia mungkin telah membantu bisnis kecil ibunya, PC Help, kata tim penuntut, Senin kemarin.

Sven Jaschan (18), yang baru saja lulus dari sekolah kejuruan, ditangkap Jumat lalu. Dia mengaku menjadi otak di balik virus Sasser yang menyebar sangat cepat.

Dia dibebaskan beberapa jam kemudian, tanpa membayar jaminan. Sebab, pihak-pihak berwenang mengatakan mereka yakin Jaschan tidak akan melarikan diri.

Detlev Dyballa, juru bicara Kejaksaan Verden tersebut, mengatakan motivasi remaja tersebut mungkin ingin meningkatkan bisnis ibunya, Veronika.

''Itu satu kemungkinan yang tidak boleh dikesampingkan,'' kata Dyballa, ketika ditanya mengenai spekulasi majalah Der Spiegel bahwa motivasi Jaschan adalah menciptakan peluang bisnis bagi perusahaan kecil PC Help yang dikelola ibu kandung dan ayah tirinya.

''Itu memang gagasan baik. Tetapi gagasan tersebut belum terlihat dalam pemeriksaan awal,'' kata Dyballa, kepada Reuters. ''Dia remaja lelaki yang telah bertahun-tahun bekerja dengan komputer, dan perusahaan tersebut terlibat dalam bisnis pemeliharaan komputer.''

Pihak berwenang mengatakan Sabtu lalu, mereka melihat kemungkinan remaja tersebut mencoba untuk mengalahkan upaya-upaya programer lainnya dengan menciptakan virus tangguh. Namun Jaschan sendiri terkejut dengan kerusakan yang ditimbulkan virus ciptaannya.

Disidang Juni

Dyballa mengatakan, Jaschan mungkin disidang Juni mendatang dengan tuduhan sabotase komputer, yang bisa dikenai hukuman maksimal lima tahun penjara.

Namun hukuman yang dijatuhkan mungkin lebih ringan karena Jaschan, yang berulang tahun ke-18 April lalu, masih berusia 17 saat melakukan kejahatan tersebut.

Dia juga bisa digugat untuk mengganti kerugian para korban serangan virus Sasser ciptaannya - mulai dari Kapal Induk AS Delta Airlines, Westpac Bank (Australia), Goldman Sachs, dan penjaga pantai Inggris. Jaschan membuat virus Sasser tersebut di kamarnya di kota kecil Waffensen, yang berpenduduk 920 jiwa.

Jaschan, yang digambarkan sebagai remaja pemalu dan suka menutup diri dari tetangga dan teman-teman sekolahnya, maupun ibunya tidak berkomentar apa pun kepada media Jerman.

Ketika dihubungi Reuters, hanya ada pesan dari mesin penjawab telepon perusahaan kecil PC Help di Waffensen, yang berbunyi: ''Sungguh sayang, tak ada orang di rumah saat ini, untuk menjawab pertanyaan Anda. Silakan hubungi kembali nanti.''

Namun Rainer, ayah kandung Jaschan, dan Sabine (ibu tirinya) mengatakan kepada televisi RTL kemarin bahwa remaja pria tersebut tidak bermaksud merusak. Kini, dia sedang membuat antivirus untuk mengatasi Sasser.(rtr-ben-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA